Ronald, Sukses Merintis Kafe Bermodalkan Ojek Sepeda Motor

Editor: Maha Deva

LARANTUKA – Menjadi wirausaha dan memiliki sebuah usaha yang bisa memberikan pendapatan lumayan, tentunya menjadi impian sebagian besar orang. Namun modal, sering dianggap sebagai hal utama untuk mulai berbisinis.

“Saya mulai membangun usaha dari nol, dengan mnyisihkan pendapatan dari ojek sepeda motor,” kata Pius Ronaldo Beribe, wirausahawan muda, warga Kelurahan Amagarapati, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, saat ditemui Cendana News di rumahnya, Selasa (15/6/2021).

Ronald, adalah pemilik usaha kafe, tempat karaoke, hingga usaha pembuatan roti. Semuanya dimulai dari upaya menyisihkan pendapatan dari mengojek, sebesar Rp200 ribu sehari, untuk mewujudkan mimpinya menjadi wirausahawan sukses.

Ia mulai membangun usaha saat berumur 19 tahun, dengan mendirikan kios permanen berukuran 3 x2 meter, di depan rumahnya yang menjual berbagai kebutuhan. “Saya mulai merintis usaha dengan membangun kios sejak 2013, dari penghasilan sebagai ojek. Setelah itu ke Surabaya melanjutkan pendidikan, tetapi tidak selesai lalu bekerja sebentar dan kembali ke kampung,” ujarnya.

Pemilik berbagai tempat usaha di Kelurahan Amagarapi, Kota Larantuka,Kabupaten Flores Timur,NTT, Pius Ronaldo Beribe, saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/6/2021).Foto : Ebed de Rosary

Lelaki kelahiran Larantuka,30 April 1993 tersebut, kembali ke Kota Larantuka dan kembali mengojek untuk mengumpulkan dana, dan memperluas tempat usaha yang telah dirintis. Bangunan awal akhirnya direhab dan diperbesar, hingga berukuran 4,7 x 3,5 meter. Kemudian diubah menjadi berlantai dua, untuk usaha kafe di lantai satu dan usaha karaoke di lantai dua.

Ia memberanikan diri mendekati tukang bangunan, untuk meminta bantuan membangun tempat usahanya dengan upah Rp7 juta, yang dibayarkan secara bertahap atau dengan cara  dicicil. “Butuh waktu dua tahun untuk membangun hingga dua lantai. Selain ojek, saya menyisihkan honor menyanyi saya di acara pesta maupun di hotel,” ungkapnya.

Ronald mengaku usai mengojek di malam hari, mengumpulkan pasir dan batu yang banyak terdapat di belakang rumah, untuk membangun tempat usahanya. Dia memanfaatkan momentum hari raya keagamaan , dengan menjual pakaian secara online, guna menambah modal membangun tempat usaha.

Kafe sudah mulai dibangun 2019, namun akibat pandemi Corona, saat kafe dan order menyanyinya sepi, sehingga harus berpikir untuk membuat usaha baru “Ibu saya mengajak untuk menjual roti dan menyisihkan biaya untuk membeli peralatan. Ternyata setelah dicoba pendapatan yang diperoleh lumayan, dan saya pun ikut membantu mama untuk bekerja,” ungkapnya.

Roti buatan Ronald, dipasarkan secara online lewat media sosial, dan juga dengan mendatangi rumah ke rumah, menggunakan sepeda motor di setiap pagi. Penghasilan bersih dari bisnis penjualan roti mimimal Rp3 juta selama sebulan, sehngga disebutnya berprospek bagus.

Dan saat ini, melihat belum adanya tempat karaoke di Karantuka, mendorongnya untuk mulai mengumpulkan uang. Dan sejak Desember 2020 lalu mulai menyiapkan berbagai perlengkapan tempat karaoke di lantai dua tempat usahanya, “Januari 2021, tempat karaoke saya mulai beroperasi dengan biaya sewa per-jam Rp50 ribu, belum termasuk makanan dan minuman. Sebagai wirausahawan, kita harus memutar otak, untuk selalu mencari peluang usaha baru ketika usaha lainnya mengalami penurunan,” ucapnya.

Ronald mengaku, dari usaha karaoke yang berada persis di depan rumahnya tersebut, dalam sebulan minimal dirinya bisa mengantongi keuntungan bersih Rp2 juta, Itu didapatkan saat pandemi Corona. Dan dari setiap keuntunganm disisihkan untuk memperbaiki tempat usaha dan membangun berbagai fasilitas penunjang, termasuk mempeluas bidang usaha.

Saat ini Ronald, masih berrencana pengembangan bisnis dan mengembangkan usaha. “Saya menargetkan saat berumur 30 tahun usaha kafe dan karaoke saya sudah mulai eksis. Umur 30 tahun hingga umur 32 tahun mulai membuka usaha kos-kosan dan sambil mengumpukan dana untuk persiapan menikah,” ucapnya.

Lihat juga...