RS Darurat di Banyumas Miliki Daya Tampung 330 Tempat Tidur

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Terus bertambahnya pasien positif Covid-19, membuat Kabupaten Banyumas harus membuka rumah sakit (RS) darurat dengan memanfaatkan salah satu hotel di kawasan Baturaden. Rumah sakit darurat tersebut mempunyai daya tampung hingga 330 pasien dan saat ini masih terus dilakukan penambahan tempat tidur secara bertahap.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, hari ini pihaknya menambah 20 tempat tidur untuk RS darurat dan besok akan ditambah lagi sebanyak 40 tempat tidur. Penambahan akan terus dilakukan hingga Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur yang sudah terpakai di bawah 80 persen.

“Setiap hari BOR terus mengalami kenaikan, hari ini saja sudah mencapai 93 persen, sehingga kita terus upayakan penambahan, karena pasien terus bertambah. Jangan sampai pasien tidak mendapatkan tempat tidur,” kata Bupati, Jumat (25/6/2021).

Lebih lanjut Husein menjelaskan, khusus untuk RS darurat yang menempati Hotel Rosenda Baturaden, dipergunakan untuk menampung pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. Sementara untuk pasien yang mempunyai gejala berat dan sangat berat mendapat perawatan di RS Banyumas, RS Margono Sukardjo Purwokerto, RS Ajibarang dan rumah sakit lain yang sudah mendapat rekomendasi untuk merawat pasien Covid-19.

“Untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat dan sangat berat tetap ditangani oleh rumah sakit yang sudah ada, karena RS darurat ini masih ada keterbatasan baik dari sisi peralatan maupun tenaga medis, semua masih diusahakan dan diupayakan menjadi lengkap,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, untuk RS darurat saat ini sudah ditempatkan empat orang dokter dan 12 orang perawat. Dokter dan perawat tersebut berasal dari beberapa rumah sakit, di antaranya RS Banyumas dan RS Ajibarang.

“Untuk melengkapi tenaga kesehatan, nanti kita akan mengadakan perekrutan nakes melalui Dinas Kesehatan. Kalau saat ini nakes di RS darurat masih gotong-royong menggunakan nakes dari beberapa rumah sakit,” jelasnya.

Meskipun begitu, lanjut Sadiyanto, RS darurat sudah bisa menangani ratusan pasien positif Covid-19. Rumah sakit darurat juga sudah ditempatkan dokter spesialis paru-paru serta peralatan rontgen mobile, sehingga tidak selalu hanya mengandalkan test PCR.

“Saat ini status Kabupaten Banyumas masih masuk zona orange, tetapi kabupaten yang masuk zona merah di Jawa Tengah sudah bertambah banyak, sehingga upaya pencegahan harus terus dilakukan, jangan sampai kita masuk ke zona merah. Salah satunya dengan adanya RS darurat ini untuk menangani pasien Covid-19,” ucapnya.

Lihat juga...