Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di DIY Diminta Menambah Tempat Tidur

Ilustrasi - Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. (ANTARA)

YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meminta pengelola rumah sakit rujukan COVID-19, menambah jumlah tempat tidur untuk penanganan pasien COVID-19.

Permintaan tersebut muncul, seiring meningkatnya kasus infeksi baru virus corona di daerah tersebut. “Sekarang sudah saatnya kami minta kembali. Kami harapkan ketersediaan tempat tidur itu mencukupi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie, di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY), Kamis (17/6/2021).

Saat ini, tingkat pemanfaatan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di DIY, sudah mencapai 75 persen. Total ada 900 tempat tidur untuk pasien COVID-19 di DIY. Sedangkan BOR tempat tidur ICU, saat ini mencapai 62,6 persen. “Ini yang harus kita waspadai dan angka kasus meninggal kita cukup banyak, setiap hari hampir 10 (orang meninggal), itu di atas umur 60 tahun,” tambahnya.

Oleh sebab itu, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), diharapkan seluruh rumah sakit segera menambah tempat tidur untuk pasien COVID-19. Minimal 30 persen, dari total ruangan atau tempat tidur yang ada. “Sudah ada Permenkes-nya, itu harus disiapkan. Memang teman-teman di rumah sakit butuh ada penguatan lagi, nanti kami keluarkan lagi surat edaran, untuk mengingatkan kembali,” ujar Pembajun.

Menurut Pembajun, penambahan harian kasus COVID-19 di DIY saat ini mencapai 500 kasus lebih per-hari. Kasusnya didominasi penularan dari aktivitas sosial, seperti klaster penularan hajatan, layatan, bahkan reunian.

Selain itu, kasus meninggal juga tinggi, dengan rata-rata 10 orang per hari. Total sudah ada 1.312 pasien COVID-19 yang meninggal, yang didominasi usia di atas 60 tahun. “Sekali lagi target kita adalah lansia, bagaimana caranya lansia semakin banyak tervaksinasi,” tandasnya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal menilai, pembatasan mobilitas masyarakat di DIY memungkinkan diterapkan, untuk menekan tingginya kasus COVID-19. “Kalau kasusnya meningkat cukup tajam pilihan terbaik ya membatasi mobilitas,” kata Danang yang juga Koordinator Pusat Pengendali Operasi Gugus Penanganan COVID-19 DIY.

Menurutnya, pembatasan mobilitas seperti yang diterapkan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memungkinkan diterapkan di DIY. Tanpa ada upaya lebih lanjut untuk menekan penularan, tingkat pemanfaatan tempat tidur atau BOR di DIY bisa melampaui kapasitas. “Jebol BOR kita, kalau enggak segera ada tindak lanjut untuk mencegah penularan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...