Saat Pandemi COVID-19, Jangan Ajak Anak Berbelanja ke Pasar

Ilustrasi. Anak-anak bermain di kawasan objek wisata tsunami Kapal di Atas Rumah di Desa Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Rabu (9/6/2021) - Foto Dok Ant

JAKARTA Orang tua, seharusnya tidak mengajak anak ikut saat berbelanja, pergi ke pasar, mal, atau ke tempat rentan terjadinya kerumunan. Hal itu untuk mencegah penularan COVID-19 kepada anak-anak.

“Orang tuanya harus jaga, masa anak-anak berkerumun. Kalau orang tua terinfeksi, anak diungsikan ke keluarga yang tidak terinfeksi,” kata Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono, Senin (21/6/2021).

Saat ini, angka anak terinfeksi COVID-19 makin bertambah. Itu perlu menjadi perhatian khusus, karena anak-anak lebih rentan terinfeksi COVID-19 dibanding orang dewasa. Yunis menuturkan, imunitas anak lebih rendah daripada orang dewasa. Sehingga potensi anak-anak terinfeksi COVID-19 lebih tinggi dibanding orang dewasa.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 8 Juni 2021, tercatat 229.079 anak Indonesia yang terinfeksi COVID-19 dan 620 orang meninggal. Jika berdasarkan umur, 0-5 tahun dengan kasus 52.482 dan meninggal 292 orang. Kemudian, 6-18 tahun dengan kasus 176.597 dan meninggal 328 orang.

Yunis menuturkan, orang tua memiliki peran penting untuk melindungi anak-anaknya, agar tidak dibiarkan berkerumun. Di tengah kerumunan, potensi penularan COVID-19 makin tinggi. Di tengah kondisi pandemi COVID-19, mengajak anak berbelanja atau bermain di tempat umum atau cenderung berkerumun akan berbahaya.

Menyenangkan anak, tidak harus dilakukan dengan mengajak berbelanja dan atau ke mal, tapi dapat dilakukan dengan kegiatan lain seperti mengajak anak bermain di lapangan tapi tidak dengan kondisi berkerumun atau bermain di dalam rumah. “Ajaklah bermain di tempat yang mana di lapangan yang tidak banyak kerumunan,” tutur Yunis.

Orang tua diimbau untuk kreatif, mengajak anak beraktivitas yang aman di tengah pandemi, demi kepentingan anak-anak. (Ant)

Lihat juga...