Sampah Liar Bertebaran di Jalan Arteri Tol JORR Jatiwarna

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sampah liar bertebaran di Jalan Arteri Tol JORR Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tumpukan sampah tersebut hingga kini belum ada solusi penyelesaian secara tuntas. Keberadaaan sampah liar di jalur tersebut, kian memanjang.

Awalnya hanya terjadi di jalan arteri tol JORR Jatiwarna, kerap jugs disebut lokasi Awing. Saat ini keberadaan sampah liar tersebut terpantau juga di dekat pintu masuk tol atau tidak jauh dari sekolah kesehatan wilayah setempat.

“Keberadaan sampah liar di jalan arteri tol JORR Jatiwarna tersebut kian menjadi. Tumpukan sampah makin banyak, aneka warna, dan mulai melebar ke dekat sekolah tinggi kesehatan. Tepatnya di pintu masuk tol JORR Jatiwarna. Tapi, sampai sekarang, terkesan dibiarkan begitu saja,” ungkap Kang Abel dari Tim Patroli Sungai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Zona 2 kepada Cendana News, Rabu (2/6/2021).

Kang Abel, Tim Patroli Sungai DLH Jawa Barat Zona 2, meminta pihak UPTD LH Pondok Melati segera menyelesaikan persoalan sampah liar di Jalan Arteri Tol JORR Jatiwarna, Rabu (2/6/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, lokasi baru di tol JORR Jatiwarna tersebut, juga terdapat satu sungai kecil. Sebelumnya hanya terjadi di lahan yang disebut Awing tersebut.

Ironisnya, lanjut dia, di lokasi sampah liar tersebut, terdapat plang besar bertuliskan larangan buang sampah lengkap dengan denda. Sepertinya, plang tersebut tidak dipedulikan, tumpukan sampah tetap terjadi.

“Harus ada solusi cepat dari UPTD LH Pondok Melati, tidak terkesan diam begitu saja. Karena sampah liar tersebut kerap terjadi dan belum ada solusi sampai sekarang. Saat ini, kondisinya memprihatinkan sudah mengeluarkan bau tidak sedap saat melintas,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD LH Kecamatan Pondok Melati, Heri, mengakui, kondisi tersebut. Ia pun mengaku, bahwa timnya kerap mengangkut tumpukan sampah yang terjadi di Awing Jalan Arteri Tol JORR Jatiwarna tersebut. Namun warga tetap kembali membuang sampah di lokasi itu.

“Tumpukan sampah itu kerap diangkut oleh tim. Jika tidak, maka tumpukan sampah menggunung, tapi ya begitu, warga kembali membuang sampah di lokasi tersebut saat sudah bersih,” papar Heri saat dikonfirmasi Cendana News.

Dia mengatakan, bahwa pembuang sampah kucing-kucingan dengan tim LH yang menjaga lokasi tersebut. Lahan lokasi sampah liar itu tegasnya ada pemiliknya. Untuk solusi jangka panjang sebenarnya harus dengan pemilik lahan.

“Saya sudah coba koordinasi dengan Kelurahan Jatiwarna untuk bertemu dengan pemilik lahan. Salah satunya untuk meminta izin agar lokasi itu dibuat taman atau lokasi tertentu, guna mencegah dijadikan tempat pembuangan sampah liar,” jelasnya.

Namun, lanjut Heri, belum ada informasi dari pemilik lahan yang diketahui berada di Jakarta. Hanya itu solusinya biar tuntas. Jika bisa bertemu dengan pemilik lahan maka bisa dijadikan taman atau tempat tertentu agar tidak dijadikan TPS liar.

“Tidak seperti sekarang, lokasi itu dibersihkan tapi sampah liar kembali terjadi. Selama saya jadi Kepala UPTD Pondok Melati, sudah tiga lokasi TPS liar ditutup permanen. Tapi itu semua melibatkan pemilik lahan,” tukasnya.

Ia pun mengaku gerah dengan kondisi tepi jalan sepi arteri tol JORR tersebut. Karena selama ini banyak pihak menuding seakan-akan UPTD LH tidak melakukan apa pun terkait keberadaan sampah liar tersebut.

“Saya tegaskan kami sudah berupaya. Saya akan coba jika tidak ada persetujuan dari pemilik akan dieksekusi saja. Saya pengen kelar, sudah gregetan,” tegasnya.

Lihat juga...