Sanggar Seni Ma Manih Konsisten Lestarikan Budaya Betawi

Editor: Koko Triarko

Linda Nirin, pimpinan Sanggar  Seni Tari Topeng Ma 'Manih' H Nirin Kumpul saat ditemui di sanggarnya di gang Kumpul, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (20/6/2021). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Sebagai seniman Betawi, Linda Nirin berkomitmen untuk melestarikan budaya Betawi yang telah diwariskan oleh neneknya,  Ma Manih (alm), dan ayahnya, Nirin Kumpul.

Keduanya adalah seniman Betawi yang tersohor di tanah Jakarta, yang mengamanahkan kepada keluarganya agar terus mengembangkan dan melestarikan budaya Betawi melalui Sanggar Seni Tari Topeng Ma ‘Manih’ H Nirin Kumpul.

“Semboyannya kalau dari babah saya, yaitu Nirin Kumpul  ‘Gw-nya boleh mati, tapi seni Betawi nggak boleh mati’. Jadi, anak dan cucu dari Ma Manih harus tetap lestarikan budaya Betawi. Semua harus komitmen dan tanggung jawab, sanggar nggak terbengkalai karena ada yang urusin. Ini sanggar nggak boleh mati. Itu amanah nenek dan babeh saya,” ujar Linda, kepada Cendana News, di sanggarnya di Gang Kumpul, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (20/6/2021).

Sehingga, kata Linda, meskipun sesibuk apapun kegiatan anak, cucu dan cicit keluarga besar Ma Manih, selalu sepakat berbagi tugas dalam upaya melestarikan seni Betawi.

“Contohnya, kalau saya sibuk syuting, ada adik saya atau sepupu saya anak dari kakak babeh saya yang urusin sanggar ini. Ngajarin nari dan musik tradisional Betawi di sanggar ini. Jadi, pelestarian budaya Betawi harus terus dikobarkan,” kata Linda.

Linda mengaku selalu mengingat pesan almarhum ayahnya dalam melestarikan budaya Betawi, di tengah persaingan dan merebaknya budaya barat.

“Kata babah, kalau kita jalannya lempeng pasti rezeki untuk kita ada. Kita jangan nambah musuh, karena satu aja kebanyakan,” ujarnya.

Selama ini, kata Linda, anggapan orang kalau sanggar ini sudah mati, karena Nirin Kumpulnya sudah wafat. Namun anggapan itu salah, karena keluarga besar keturunan Ma Manih masih terus melestarikan budaya Betawi.

Lihat juga...