Sapi Asal Bima Mulai Penuhi Lahan Kosong di Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI – Menjelang Hari Raya Idul Adha, hewan kurban dadakan asal peternakan di wilayah Kabupaten Bima, mulai menyerbu lahan kosong di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Sapi tersebut dibawa langsung dari Nusa Tenggara Barat.

Diketahui sesuai kalender Hijriyah idul Adha tahun 2021 Masehi, jatuh pada tanggal 20 Juli mendatang. Pantauan Cendana News di Bekasi, di berbagai lokasi lahan kosong saat ini sudah dipenuhi hewan ternak seperti sapi.

“Hewan ini adalah hasil ternak di wilayah Kecamatan Mada Pangga, Kabupaten Bima. Kami bawa 33 ekor, dengan berbagai usia dan di tawarkan dengan harga mulai dari Rp16 jutaan,”kata Amir, warga Bima ditemui Cendana News di salah satu lahan kosong wilayah Jalan Wibawamukti, samping Lapangan Telkom Jatisasih, Kota Bekasi, Senin (14/6/2021).

Dikatakan sapi yang dibawa dari wilayah Bima ke Jabodetabek, semua telah melalui karantina dan diperiksa oleh Pemerintah Kabupaten Bima. Bahkan telah melewati karantina di wilayah Banyuwangi, sebelum dibawa ke Kota Bekasi.

Selama di lapangan dikasih makan rumput dan dedak. Namun jelas Amir, mereka diuntungkan karena lapangan yang disewa memiliki halaman luas dan rumputnya banyak, sehingga sapi mereka dilepas begitu saja dengan menyediakan tempat minumya di sekitar lapangan.

“Ini sapi sudah jinak, tidak ada yang di tambat dilepas begitu saja. Kalau haus mereka datang sendiri, untuk minum,” jelasnya mengaku, sampai sekarang sudah terjual tiga ekor.

Fakri menambahkan bobot beratnya satu ekor bervariasi 250 kilogram sampai 300 kilogram. Hal lainnya dagingnya lebih manis, meskipun ada kemiripan dengan sapi khas Bali. Semua yang dibawa jenis sapi lelaki.

Menurut Fakri, sapi Bima yang di bawa adalah dari wilayah Kecamatan Pangga dan memang selama ini merupakan kawasan peternakan sapi yang cukup terkenal di wilayahnya. Mayoritas warga di Kecamatan Pangga ada peternak sapi.

“Kami juga beli juga, dari petani di Kampung, biasanya masih sapi liar dan lainnya yang dilepas begitu saja oleh warga di desa-desa. Kalau sudah mau di bawa ke luar daerah baru dibuatkan kandang dan diberi makan di kandang agar lebih jinak,”ucap Fakri.

Lebih lanjut di katakan, di Bekasi, mereka telah mengurus izin melalui dinas setempat. Dan tentunya kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga Fakri meyakinkan sapi Bima yang di tawarkan aman dari berbagai penyakit hewan.

“Kami juga diimbau untuk menjaga kesehatan sapi, dan kerumunan oleh Pemkot Bekasi. Tahun lalu, kami tidak membawa hewan ternak ke daerah Jabodetabek, karena Covid-19,”ujar Fakri, mengaku setiap menjelang Idul Adha sudah biasa berjualan di Jabodetabek.

Lihat juga...