Satu Lagi Tersangka Korupsi Anak Perusahaan Antam Ditahan Jaksa

Satu tersangka kasus dugaan korupsi IUP batu bara Sarolangun, Jambi oleh anak perusahaan PT Antam Tbk, dibawa ke mobil tahanan, Kamis (3/6/2021) – foto Ant

JAKARTA – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), kembali melakukan penahanan terhadap satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Kamis (3/6/2021) malam. Perizinan tersebut dilakukan oleh anak perusahaan PT Antam Tbk.

Penahanan terhadap satu tersangka berinisial AT itu, menambah jumlah tersangka yang ditahan oleh penyidik Kejagung menjadi lima orang. Sementara, total keseluruhan tersangka yang telah ditetapkan ada enam orang. “Tersangka AT ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (3/6/2021).

Tersangka AT, dibawa ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kamis (3/6/2021) pukul 17.46 WIB.

Leonard mengungkapkan, AT, selaku Direktur Operasional PT Indonesia Coal Resources (ICR) anak perusahaan PT Antam Tbk dalam perkara ini, adalah mengajukan penambahan modal Rp121 miliar. Pengajuan tersebut tanpa melakukan pengecekan di lapangan dan bahkan menggunakan data dari penjual. “Pasal yang disangkakan sama dengan empat tersangka lainnya yang telah ditahan pada Rabu (2/6/2021) kemarin,” kata Leonard.

Setelah penahanan satu tersangka itu, tim penyidik Kejagung juga akan melakukan upaya penahanan terhadap satu tersangka lainnya, yakni MT, yang menjabat sebagai Komisaris PT Citra Tobindo Sukses Perkara. Leonard mengatakan, MT berhalangan hadir pada pemeriksaan di Kamis (3/6/2021), dengan alasan sakit. Rencana, akan dilakukan pemanggilan ulang pada minggu depan.

Sebelumnya, penyidik Kejagung melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam proses pengalihan izin usaha pertambangan (IUP) batu bara seluas 400 hektare di Kabupaten Sarolangun, Jambi, dari anak perusahaan PT Antam Tbk. (Baca: https://www.cendananews.com/2021/06/empat-tersangka-kasus-korupsi-anak-perusahaan-antam-ditahan-jaksa.html) (Ant)

Lihat juga...