Sebanyak 1.070 Pasien Covid-19 di Sikka Dinyatakan Sembuh

MAUMERE — Positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 2020 hingga 2 Juni 2021 mencapai 1.086 kasus. Dari jumlah tersebut terdapat 1.070 orang telah dinyatakan sembuh.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat dihubungi Cendana News, Kamis (3/6/2021).

Clara mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 11 orang meninggal dunia dimana 9 orang probable Covid-19 dan 3 lainnya positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR.

Jubir Satgas Covid-19 Sikka, dr.Clara Yosefine Francis saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Sabtu (8/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menambahkan, hingga Rabu (2/6/2021) masih ada 5 pasien positif yang menjalani isolasi dan diharapkan segera sembuh agar kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka tidak ada.

“Kasus terbanyak di Kecamatan Alok mencapai jumlah 412 kasus disusul Kecamatan Alok Timur berjumlah 168 kasus. Kecamatan Mego berada di peringkat ketiga dengan jumlah kasus sebanyak 104 kasus positif,” ungkapnya.

Clara menjelaskan, berdasarkan golongan umur, kasus terbanyak Covid-19 dialami warga yang berumur 19 hingga 45 tahun sebanyak 516 orang. Kelompok umur 6 sampai 18 tahun berada di urutan kedua dengan jumlah kasus positif sebanyak 325 kasus,” terangnya.

Clara menambahkan, warga Kabupaten Sikka yang berumur lebih dari 60 tahun tercatat sebanyak 92 orang tertular Covid-19 sementara berumur di bawah 5 tahun hanya ada 10 kasus.

Lanjutnya, sisa kasus positif Covid-19 dialami oleh warga yang berumur antara 46 hingga 59 tahun dengan jumlah kasusnya mencapai 143 kasus.

Ia menyebutkan, peningkatan kasus Covid-19 dalam jumlah banyak terjadi pada klaster sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa di Kota Maumere dengan jumlah siswa yang positif Covid-19 mencapai 172 orang.

“Kita berharap agar masyarakat tetap patuh dan menjalankan protokol kesehatan secara disiplin agar penyebaran kasus Covid-19 di daerah ini bisa hilang,” harapnya.

Sementara itu, Yani Making, warga Kota Maumere mengapresiasi gerak cepat Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka yang melakukan penelusuran kontak erat setelah mengetahui ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Yani mengatakan, kasus positif Covid-19 di sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere yang terjadi begitu cepat bisa dieliminir berkat kesigapan petugas yang langsung melakukan pemeriksaan rapid antigen.

“Satgas Covid-19 bekerja cepat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dan patut diapresiasi. Dengan mengetahui informasi adanya warga yang tertular Covid-19 membuat warga lainnya lebih waspada dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

Lihat juga...