Sebelum Menggunakan Kemasan Natural, UMKM Harus Pertimbangkan Hal Ini

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Perubahan orientasi masyarakat saat ini yang peduli lingkungan, bisa memberikan celah bagi para pelaku UMKM Makanan Ringan untuk menggunakan kemasan natural. Tapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan kemasan tersebut.

Konsultan Kemasan Independen Sri Julianti, menjelaskan tentang kemasan dalam diskusi peningkatan daya jual UMKM Snack, Selasa (29/6/2021) sore – Foto Ranny Supusepa

Konsultan Kemasan Independen Sri Julianti menjelaskan dalam tren sekarang, dimana orang berorientasi sehat dan peduli pada lingkungan, maka pilihan mengganti kemasan menjadi yang ramah lingkungan bisa membantu pelaku UMKM untuk memasuki market tertentu.

“Untuk menggunakan kemasan yang natural dan ramah lingkungan sebagai kemasan primer dari produk, seringkali ditemukan kendala biaya,” kata Julianti dalam diskusi peningkatan daya jual UMKM Snack, Selasa (29/6/2021) sore.

Artinya, harus ada penyesuaian biaya produksi sebelum memutuskan pindah jenis kemasan.

“Harus dihitung dulu mengenai biaya produksi. Hilangkan semua hal yang tidak memberi nilai tambah pada produk anda. Sesuaikan pula desain, pola dan warnanya. Sehingga akan menjadi satu kesatuan, baik dari produk, kemasan hingga tujuan pemasarannya,” paparnya.

Kendala lainnya yang dihadapi oleh kemasan natural ini adalah sistem suplai dan tingkat kualitas yang tidak pasti.

“Jika ingin meningkatkan penggunaan kemasan natural, yang artinya juga sejalan dengan target pemerintah untuk lebih peduli pada lingkungan, maka perlu dibangun suatu sistem budidaya tanamam dari bahan baku kemasan natural yang menjamin suplai dan kualitas kemasan natural serta harganya kompetitif,” paparnya lagi.

Misalnya, kalau daun pisang, maka ada perkebunan pisang yang memang fokus untuk menyediakannya.

“Mungkin perlu juga dilakukan suatu penelitian terkait pisang yang daunnya banyak dan lebar,” ungkap Julianti.

Potensi penggunaan kemasan natural ini diakui Julianti memang masih digunakan oleh para pelaku UMKM yang memiliki produk dengan durasi ketahanan produk yang pendek.

“Biasanya jajanan pasar atau makanan jadi untuk makan saat itu,” kata Julianti.

Tapi, dengan penelitian yang lebih jauh, tak tertutup kemungkinan untuk memanfaatkan bahan baku natural ini dalam menghasilkan bahan kemasan serupa plastik yang memiliki ketahanan lama.

“Untuk kemasan sekunder, kemasan natural seperti bambu sudah bisa mulai digunakan. Tapi tetap saja biayanya lebih mahal jika dibandingkan penggunaan kertas tebal atau plastik,” tandasnya.

Lihat juga...