Sektor Pertanian, Prioritas Topang Perekonomian Nasional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan, sektor pertanian harus menjadi prioritas dan memiliki grand design  sehingga mampu menjadi solusi di dalam menopang perekonomian nasional, baik dalam kondisi normal maupun krisis.

“Pertanian menjadi solusi basis pertumbuhan ekonomi kita. Jangan sampai pertanian yang selalu menjadi penopang ekonomi tidak memberi kontribusi percepatan pertumbuhan, maka sektor ini harus tetap menjadi prioritas,” ungkap Muhaimin, pada diskusi online bertajuk Mendorong Petani Milenial di Jakarta yang diikuti Cendana News, Senin (14/6/2021).

Apalagi kata dia, politik kesejahteraan tidak terlepas dari menempatkan pertanian sebagai salah satu landasan kebijakan pembangunan nasional.

Maka dari itu, strategi pembangunan nasional perlu dikelola dan disempurnakan sehingga mampu terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Pertanian sebagai basis pertanian nasional memiliki makna yang sangat strategis, terutama dikaitkan dengan perlunya kedaulatan pangan dalam menghadapi tantangan persaingan global,” ujarnya.

Dalam menghadapi persaingan global tersebut, menurutnya, pemerintah perlu menggalakkan sektor industri dan regenerasi di sektor pertanian. Sehingga sektor pertanian berkembang secara optimal.

“Regenerasi pertanian bisa dilakukan dengan melibatkan kaum muda atau petani milenial dalam pengembangan sektor pertanian dalam negeri,” imbuh Muhaimin.

Selain itu, tambah dia, juga perlu peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, teknologi pertanian dan pengembangan pascaproduksi yang didorong dengan politik anggaran.

Sementara, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Arif Satria menambahkan, sektor pertanian mampu bertahan dalam kondisi ekonomi apa pun. Untuk itu dibutuhkan dukungan politik yang konsisten terhadap sektor pertanian.

“Salah satunya dengan mendorong regenerasi petani dari kalangan milenial yang inovatif, melek teknologi dan peduli pada dinamika global,” ujar Arif pada acara yang sama.

Sehingga menurutnya, bonus demografi harus dimanfaatkan untuk bisa melahirkan pelaku pertanian yang tangguh. Agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan daya saing produktivitas.

Karena kata Arif, yang diperlukan bagaimana inovasi teknologi pertanian bisa berkembang, harus dikelola oleh petani yang mempunyai pendidikan memadai, melek teknologi dan peduli terhadap perkembangan dinamika teknologi global.

“Sehingga regerasi petani dengan adanya petani milenial yang tangguh punya nilai dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Kembali Arif menegaskan, bahwa pertanian menjadi tangguh dalam berbagai situasi karena menyangkut kebutuhan primer masyarakat. Sehingga sudah saatnya sektor pertanian Indonesia mengalami regenerasi.

“Pemerintah perlu melakukan berbagai kebijakan untuk menarik minat kaum muda, terutama yang berpendidikan tinggi agar tertarik dan konsisten menekuni pertanian dengan menjadi petani muda,” pungkasnya.

Lihat juga...