Semarang Kembali Zona Merah, RS Rujukan Covid-19 Over Kapasitas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Angka covid-19 di Kota Semarang terus melonjak, per Senin (21/6/2021) pukul 16.00 WIB, mencapai 2.137 kasus dengan 1.399 di antaranya berasal dari dalam kota. Lonjakan ini, menjadikan ibu kota provinsi Jateng tersebut kembali masuk zona merah.

“Angka covid-19 memang tengah naik, hal ini dipicu karena menurunnya penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama dalam memakai masker dan menjaga jarak. Dari hasil survei yang kita lakukan, dalam dua minggu terakhir ini, ketaatannya hanya tinggal 71 persen,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam dalam dialog interaktif, yang digelar secara daring di Semarang, Senin (21/6/2021).

Imbasnya, sudah bisa ditebak, angka covid-19 pun meningkat, bed occupancy ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur untuk perawatan pasien pun ikut melonjak.

“Itu sebabnya, ketersediaan ruang perawatan atau pun isolasi kita tambah terus. Tadi pagi (Senin-red), bersama Wali Kota Semarang sudah kita resmikan rumah sakit darurat corona (RSDC) berkapasitas 100 tempat tidur, untuk merawat pasien maupun isolasi di daerah Kedungmundu Semarang,” lanjutnya.

Sementara, lokasi yang lain segera menyusul seperti ponpes di Wonolopo Gunungpati berkapasitas 90 tempat tidur, gedung Diklat Semarang 100 tempat tidur mulai dari Kamis (17/6/2021) namun sekarang sudah langsung penuh, karena sudah ada antrean dari puskesmas di sekitar wilayah disana, kemudian ada asrama mahasiswa UIN Walisongo 200 tempat tidur dan Miracle Marina Semarang 100 tempat tidur,” tandas Hakam.

Di satu sisi, pihaknya pun mendorong agar masyarakat yang positif covid-19 namun tanpa gejala atau ringan, bisa melakukan isolasi mandiri.

“Agar terkontrol dengan baik, termasuk jenis vitamin atau obat-obatan yang diperlukan, bisa menghubungi hotline 1500 132, bisa bertanya seputar kebutuhan untuk isolasi mandiri,” lanjutnya.

Di sisi lain, tingginya BOR rumah sakit akibat lonjakan covid-19, juga disampaikan Direktur RS Wongsonegoro (RSWN) Semarang, Susi Herawati.

Dijelaskan, saat ini, Senin (21/6/2021), ada sebanyak 396 pasien covid-19 yang dirawat, padahal dari segi kemampuan, rumah sakit rujukan milik Pemkot Semarang tersebut hanya berkapasitas 347 tempat tidur.

Meski demikian pihaknya tetap berkomitmen untuk tetap membuka pintu, jika ada pasien yang membutuhkan. “Caranya kita perluas lagi ruangan yang diperlukan untuk perawatan. Tempat tidur yang masih ada di gudang penyimpanan, kita keluarkan semuanya. Dengan segala kemampuan, kita berupaya semaksimal mungkin,” terang Susi.

Sebagai gambaran lonjakan pasien covid-19 di Kota Semarang, dari awal pandemi pada Maret 2020 yang RSWN yang ditunjuk Kemenkes sebagai rumah sakit rujukan, hanya merawat 14 pasien, kemudian meningkat menjadi 260 pasien pada Januari 2021.

Kini melonjak lagi mencapai 396 pasien covid-19. Dari angka tersebut, sebanyak 252 orang pasien dari Kota Semarang, sedangkan sisanya dari luar kota, seperti Kabupaten Demak 71 orang, Grobogan 27 orang, hingga Kudus 13 orang.

“Kita berharap angka covid-19 bisa segera turun, sehingga BOR juga semakin menurun. Kapasitas di RSWN Semarang sebanyak 576 tempat tidur, sedangkan saat ini hampir 400 tempat tidur digunakan untuk perawatan covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...