Semarang Siapkan Sekolah Khusus Siswa Kurang Mampu, Berprestasi

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Dinas Pendidikan Kota Semarang saat ini tengah menyiapkan sekolah khusus tingkat SMP, yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu namun berprestasi.

Dalam sekolah berkonsep boarding school atau berasrama tersebut, seluruhnya difasilitasi oleh Pemkot Semarang, sehingga siswa tidak ditarik iuran atau gratis, termasuk untuk biaya hidup selama di asrama.

“Saat ini sedang kita bangun, sekolah SMPN khusus untuk siswa miskin berprestasi. Konsepnya sekolah berasrama atau boarding school. Namanya, SMPN 46, lokasi ada di Kelurahan Gayamsari Semarang,” papar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Hari Waluyo, di Semarang, Kamis (10/6/2021).

Dijelaskan, sesuai dengan konsepnya, untuk bisa bersekolah di SMPN 46 tersebut, disyaratkan warga Kota Semarang, kurang mampu dari segi ekonomi dan beprestasi.

“Ya ini, kita mengakomodir seperti halnya di tingkat Jateng, yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, ada sekolah SMKN Jateng, yang juga berkonsep boarding house, untuk siswa berprestasi dari kalangan kurang mampu. Konsepnya sama,” terangnya.

Dirinya berharap dengan kehadiran sekolah khsusus tersebut, nantinya siswa yang terjaring didalamnya, bisa mendapatkan pendampingan secara khusus.

“Ketika mereka masuk asrama, dengan seluruh kebutuhan hidup ditanggung pemerintah, maka setidaknya beban keluarga juga berkurang. Apalagi mereka ini dari kalangan tidak mampu,” tandasnya.

Sementara, Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri menuturkan, sekolah khusus tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan angka pastisipasi kasar (APK) jenjang SMP di Kota Semarang.

“Jangan sampai ada anak usia sekolah di Kota Semarang yang tidak bersekolah, karena untuk jenjang sekolah negeri baik SDN-SMPN, seluruhnya gratis. Sementara, di pihak swasta juga sudah ada bantuan BOS,” terangnya.

Sejauh ini dipaparkan, Kota Semarang akan menambah empat sekolah untuk SMPN, dari yang ada saat ini sebanyak 44 sekolah.

“Saat ini ada 44 sekolah SMPN dan 326 SDN. Untuk jenjang SMPN, akan kita bangun 48 sekolah hingga 2026 nanti. Saat ini proses pembangunan baru SMPN 45 dan 46, yang lainnya sudah ada anggarannya namun belum kita tentukan lokasinya,” terangnya.

Penentuan lokasi tersebut, nantinya berdasarkan pemetaan jumlah lulusan SD atau anak usia sekolah, dengan jumlah sekolah yang ada di wilayah tersebut. “Saat ini kan model penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi, jadi kita petakan dulu mana daerah yang kekurangan, baru kita putuskan,” pungkas Gunawan.

Lihat juga...