SMPN 1 Lewolema Flores Timur Butuh Bus Sekolah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema yang berlokasi di Dusun Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sangat membutuhkan adanya bus sekolah.

Kepala Sekolah SMPN1 Lewolema, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, NTT, Konradus Wungubelen saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (12/6/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Bus Sekolah, menjadi kebutuhan vital, sebab jarak rumah sebagian besar siswa ke sekolah cukup jauh,” sebut Konradus Wungubelen Kepala Sekolah SMPN1 Lewolema, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, NTT saat dihubungi, Minggu (13/6/2021).

Kons sapaannya mengatakan, sedikitnya ada 123 siswa yang tersebar di beberapa tempat berbeda, di antaranya Mudakeputu, Watowiti, Delang, Waimana I, Waimana II, Belogili dan Riangkoli.

Dia katakan, para murid harus berjalan kaki dan naik ojek jika hendak ke sekolah, dan tidak sedikit yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan pergi dan pulang.

“Bus sekolah menjadi kebutuhan yang vital dalam menjembatani siswa pergi dan pulang sekolah. Bus sekolah juga mampu meminimalisir angka kecelakaan siswa dan menghemat biaya transportasi serta memberikan rasa aman, nyaman bagi pelajar,” ucapnya.

Mantan Wakil Kepala Sekolah, SMPN 1 Larantuka ini mengatakan, kondisi riil kebutuhan anak-anak akan bus sekolah dikarenakan keberadaan sekolah tidak dilewati jalur angkutan umum.

“Tidak ada jalur kendaraan dari dan ke sekolah SMPN 1 Lewolema, sehingga siswa sangat kesulitan,” jelasnya.

Sementara itu, Yosep Ruron, Ketua Komite SMPN 1 Lewolema mengatakan, bus sekolah sangat penting untuk siswa bisa dengan mudah berangkat ke sekolah.

Yosep sebutkan, jika kita lihat jarak dari rumah siswa ke sekolah sangat jauh dimana anak sekolah biasanya numpang truk sampah dan menunggu kendaraan untuk pulang sehingga tiba di rumah jam 14.00 WITA hingga 16.00 WITA.

Dia menjelaskan, baru-baru ini ada siswa yang mengalami kecelakaan karena membawa sepeda motor sendiri ke sekolah.

“Kondisi yang memprihatinkan ini mestinya mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan Kabupaten Flores Timur,” harapnya.

Menurut Yos, ada harapan segar, terkait dengan adanya bus sekolah karena proposal pernah diberikan kepada Bupati Flores Timur tahun 2020 di Aula SMPN 1 Lewolema pada saat peluncuran 5 buku karya Kepala Sekolah, Guru dan Siswa di sekolah.

“Proposal sudah kita serahkan langsung kepada Bupati Flores Timur pada acara launching buku. Kami berharap, ada tindak lanjut karena sungguh menjadi kebutuhan vital dalam pelayanan kepada anak-anak sekolah,” sebutnya.

Yos tegaskan, adanya bus sekolah bisa membuat siswa tiba tepat waktu di sekolah dan bisa kembali ke rumah lebih cepat serta tidak ada masalah kecelakaan di jalanan selain lebih menhemat biaya dan meringankan beban beban orang tua murid.

Lihat juga...