Stok Oksigen Rumah Sakit di Banyumas Mulai Menipis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Kesehata (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto di kantornya, Selasa (29/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Meningkatnya pasien Covid-19 membuat stok tabung oksigen pada beberapa rumah sakit di Kabupaten Banyumas mulai menipis. Idealnya, stok tabung oksigen sampai tiga hari, namun saat ini hanya untuk satu hari.

Kepala Dinas Kesehata (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, ada 17 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19 di Banyumas dan untuk beberapa rumah sakit besar, stok tabung oksigen sekarang hanya satu hari.

“Seperti Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas, RS Margono Sukardjo Purwokerto, RS Wijaya Kusuma, RS Ajibarang, stok tabung oksigen hanya tinggal satu hari, sehingga setiap hari mereka harus menyetok tabung baru,” kata Kadinkes, Selasa (29/6/2021).

Untuk mengantisipasi kelangkaan tabung oksigen tersebut, Dinkes Kabupaten Banyumas sudah melapor ke Dinkes Propinsi Jawa Tengah. Selain itu, lanjutnya, dari Kementerian Kesehatan juga sudah membuat aplikasi yang dikirimkan ke rumah sakit – rumah sakit, supaya jika ada kelangkaan tabung gas, rumah sakit segera melaporkan melalui aplikasi tersebut.

Menurutnya, pada 22 Juni lalu, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat yang isinya meminta setiap rumah sakit waspada terhadap kebutuhan oksigen. Pihak rumah sakit diminta untuk segera mengidentifikasi kekurangan oksigen dan langsung berkomunikasi dengan pihak penyedia. Pihak rumah sakit juga diminta segera melapor jika stok tabung oksigen habis.

“Sehingga meskipun stok hanya untuk satu hari, tetapi kemungkinan tetap bisa terpenuhi, karena sudah ada antisipasi baik dengan melapor ke provinsi ataupun yang langsung dipantau oleh pusat melalui aplikasi, artinya akan ada solusi diberikan untuk rumah sakit yang kesulitan mendapatkan suplai tabung oksigen,” jelas Sadiyanto.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, dr Rudi Kristiyanto mengatakan, pada 24 Juni lalu stok oksigen di RSUD Banyumas sempat menipis. Namun, saat ini sudah teratasi.

“Jika kasus positif Covid-19 meningkat, maka secara otomatis kebutuhan oksigen meningkat juga meningkat. Sekarang stok masih ada, meskipun tidak sampai tiga hari,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini penambahan kasus positif Covid-19 di wilayah Banyumas terus mengalami peningkatan. Dalam satu hari, angka penambahan hingga di atas 100 pasien. Belum lagi ditambah dengan adanya pasien positif Covid-19 dari luar daerah yang dirujuk ke Banyumas, mengingat beberapa rumah sakit di Banyumas memang menjadi rumah sakit rujukan dan juga terdapat rumah sakit provinsi di Banyumas, yaitu RS Margono Sukardjo Purwokerto.

Lihat juga...