Syarat Pelaku Perjalanan Dipermudah Untungkan Pemilik Bengkel di Jalinsum

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kebijakan memperbolehkan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) bepergian memberikan keuntungan tersendiri kepada pemilik bengkel di sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Sebab sebagian pelaku perjalanan dengan motor kerap meminta jasa untuk tambah angin, ganti oli dan rantai.

Basirun, pemilik usaha bengkel di tepi Jalan Lintas Sumatera KM 2 Bakauheni, Lampung Selatan menyebutkan, pelaku perjalanan bisa melintas antar wilayah dengan membawa surat bebas Covid-19. Imbasnya pelaku perjalanan dengan motor dominan menyeberang dari Sumatera ke Jawa.

Membuka bengkel berjarak dua kilometer dari pelabuhan Bakauheni sebut Basirun jadi rujukan pengendara. Usai menyeberang dari pulau Jawa setelah turun kapal, sebagian kendaraan memeriksa kondisi ban. Jasa isi angin untuk kendaraan roda dua mulai Rp1.000 hingga Rp3.000. Ganti oli Rp30.000, stel rantai Rp5.000 dan berbagai jasa lain mulai belasan ribu.

“Satu tahun sebelumnya saat libur lebaran pelaku perjalanan tidak diperbolehkan melintas, kini dipermudah dengan fasilitas pembuatan surat bebas Covid-19 sehingga banyak pelaku perjalanan dengan mobil, motor bisa menyeberang. Dampak positifnya usaha bengkel ketiban rejeki,” terang Basirun saat ditemui Cendana News, Selasa (1/6/2021).

Selain pelaku perjalanan jarak jauh, pelaku perjalanan jarak dekat kerap melengkapi bagian kendaraan. Beberapa kelengkapan kendaraan berupa spion, jok, lampu dan onderdil lain disediakan. Omzet dari penjualan onderdil bisa mencapai Rp1 juta per hari, lebih banyak dari kondisi normal, hanya ratusan ribu perhari.

Membuka usaha sejak enam tahun silam, Basirun menyebut libur panjang saat mudik dan balik lebaran kerap jadi berkah. Berbagai pelayanan bagi pemilik kendaraan roda dua tetap diberikan bagi pelaku perjalanan. Ia bakan tak segan memberi tips bagi pelaku perjalanan untuk memperhatikan kondisi ban, rantai selain kelengkapan lain.

“Kondisi ban yang sudah gundul dan rantai yang kendor kerap harus diganti sehingga pelaku perjalanan merasa nyaman,” ulasnya.

Nurdiono, salah satu pelaku perjalanan juga mengandalkan bengkel untuk memperbaiki kondisi ban. Ia mengaku ban yang bocor imbas tertusuk paku langsung diganti dengan ban baru, sebab ia masih harus melalukan perjalanan jauh.

Keberadaan usaha bengkel di tepi Jalinsum sebutnya cukup membantu. Sebab sebelumnya ia harus menuntun motor miliknya saat ban bocor. Pelayanan yang cepat dengan adanya empat karyawan reparasi membuat kerusakan segera diperbaiki.

“Tanpa adanya usaha bengkel yang siaga selama 24 jam pelaku perjalanan kerap terkendala saat kendaraan bermasalah,” ulasanya.

Basirun, pemilik usaha bengkel di tepi Jalan Lintas Sumatera KM 2 Bakauheni, Lampung Selatan tetap mendapat berkah dari pelaku perjalanan, Selasa (1/6/2021). Foto: Henk Widi

Wawan, pelaku usaha perbaikan kendaraan khususnya motor mengaku alami peningkatan order. Sebelum lebaran sejumlah pemilik kendaraan melakukan perbaikan rantai, ganti oli hingga ban. Saat liburan dan diperbolehkannya pelaku perjalanan melintas, ia mendapat order perbaikan bagian kendaraan.

Selain kendaraan roda dua, ia juga melayani penambahan angin untuk ban kendaraan mobil. Memanfaatkan peluang pelaku perjalanan yang ramai saat libur ia memilih buka selama 24 jam di tepi Jalinsum KM 29, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Ia menyebut masih banyak pelaku perjalanan belum kembali ke Jawa. Sebab sebagian menunggu kelonggaran kewajiban rapid test untuk bisa menyeberang dengan kapal di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Lihat juga...