Tahun Ini Purbalingga Tambah 7.196 Kuota Kartu Tani

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam di kantornya –Dok: CDN

PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menambah kuota kartu tani untuk 7.196 petani pada tahun ini. Meskipun begitu, belum semuanya petani mendapatkannya, sehingga masih dibuka pendaftaran untuk penambahan kartu tani tahun depan.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, mengatakan setiap tahunnya kuota kartu tani bertambah, seiring bertambahnya alokasi pupuk bersubsidi. Para petani diharapkan mampu memanfaatkan pupuk bersubsidi yang dibeli dengan kartu tani tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Tahun ini ada penambahan 7.196 kartu tani untuk petani, dengan makin banyaknya petani yang terdata dan mendapatkan kartu tani, diharapkan kelangkaan pupuk akan dalam diminimalisir,” katanya, Senin (7/6/2021).

Lebih lanjut Mukodam menjelaskan, untuk mendapatkan kartu tani, terlebih dahulu petani harus bergabung dalam kelompok tani. Setelah itu, persyaratan lainnya adalah fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tanda kepemilikan tanah berupa bukti setoran pajak ataupun bukti sewa lahan. Hal tersebut diperlukan untuk validitas data, sehingga tidak terjadi duplikasi.

Setelah data-data diajukan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan melakukan verifikasi data terkait luas lahan, jenis komoditas serta kebutuhan pupuk. Pendataan tersebut untuk memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi para petani pemegang kartu tani. Ini mengingat para petani pemegang kartu tani akan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi jenis urea, NPK dan pupuk organik.

Sementara itu, pejabat fungsional yang menangani kartu tani, Indra Purnomo, mengatakan saat ini dari perbankan yang menyalurkan kartu tani sudah menerbitkan 7.196 rekening baru untuk penyaluran kartu tani. Dan, kuota tambahan kartu tani tersebut juga sudah dibagikan kepada penerima.

Selain mendapatkan buku rekening, lanjutnya, para petani juga akan mendapatkan kartu ATM yang juga merupakan kartu tani yang diperlukan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kartu tani tersebut terhubung dengan E-RDKK, di mana setiap petani pemilik kartu tani tersebut mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi yang terdiri dari Urea, NPK dan pupuk organik.

“Dari sisi pendataan, sebenarnya penerima kartu tani sudah jelas verifikasinya, sehingga tidak akan sampai ada dobel data atau dobel penerima. Yang menjadi permasalahan justru belum semua petani tergabung dalam kelompok tani, sehingga mereka juga belum mendapatkan kartu tani. Kondisi tersebut tentu akan berdampak terhadap stok pupuk subsidi, karena itu pendaftaran kartu tani baru masih terus dibuka,” tuturnya.

Salah satu petani di Purbalingga, Santo, mengaku sudah lama mendapatkan kartu tani dan memang cukup membantu selama masa tanam, karena harga pupuk lebih murah. Namun, lanjutnya, terkadang saat stok pupuk bersubsidi langka, ia pun terpaksa harus membeli pupuk nonsubsidi.

“Walaupun sudah mendapat kartu tani, tetap saja terkadang kuota pupuk subsidi kurang, sehingga terpaksa harus membeli pupuk nonsubsidi atau membuat pupuk kompos sendiri,” ucapnya.

Lihat juga...