Terima Pasien Covid-19, RS Wongsonegoro Terapkan Sistem Sisrute

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Angka covid-19 di sejumlah kabupaten/kota di sekitar Kota Semarang terus meningkat. Hal ini berimbas pada peningkatan pasien rujukan ke beberapa rumah sakit di ibukota provinsi tersebut.

“RSUD Wongsonegoro menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Kota Semarang, yang ditunjuk oleh Pemprov Jateng, untuk ikut membantu penanganan pasien covid dari luar Kota Semarang. Termasuk pasien rujukan dari Kabupaten Kudus dan Demak, yang angkanya terus bertambah,” papar Direktur RSUD Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati di Semarang, Jumat (4/6/2021).

Dipaparkan, dalam penanganan rujukan tersebut pihaknya tidak serta merta langsung menerima, namun menggunakan sistem rujukan terintegrasi (sisrute). Dengan sisrute ini, pihak rumah sakit akan mengetahui keadaan pasien secara tepat, sehingga tindak lanjut bisa segera dilakukan.

Pelayanan pasien rujukan merupakan pelayanan yang harus dilakukan secara terencana, terpadu, cepat dan berkesinambungan, karena terkait dengan penanganan awal pasien secara cepat, tepat dan akurat.

Hal ini perlu dilakukan agar tidak memberi dampak negatif pada pasien berupa keterlambatan dalam memberikan bantuan pelayanan kesehatan.

“Misal, kondisi pasien seperti apa, harus ada komunikasi. Dalam sistem tersebut sudah dijelaskan keadaan pasien seperti apa, sehingga saat kami terima bisa segera dilakukan tindak lanjut,” terang Susi.

Di lain sisi, pihaknya saat ini juga sudah menambah jumlah ruang isolasi, perawatan dan ICU untuk pasien covid-19.

“Saat ini kita sudah membuka ruang isolasi biasa sebanyak 147 tempat tidur, ruang isolasi ICU 50 tempat tidur dan menyiapkan ruang Arimbi guna mengantisipasi kenaikan pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Wongsonegoro. Sekarang ini, kita merawat 177 pasien covid-19, dengan 29 diantaranya rujukan dari Kabupaten Kudus,” tandasnya.

Ruang Arimbi yang rencananya akan digunakan sebagai tambahan kapasitas, penanganan pasien covid-19 di RSUD Wongsonegoro Semarang, Jumat (4/6/2021). Foto: Arixc Ardana

Termasuk menyiapkan ruang Arimbi di rumah sakit tersebut, untuk menambah daya tampung perawatan pasien covid-19. “Ini berkapasitas 15 tempat tidur. Mudah-mudahan tidak perlu membuka lagi, dan angka covid-19 bisa menurun,” ungkapnya.

Selain penambahan ruang isolasi, Susi juga telah menyiapkan tenaga kesehatan (nakes) untuk diperbantukan merawat pasien covid-19. Total ada sekitar 250 nakes yang disiagakan di RSUD Wongsonegoro.

Sementara, berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, per tanggal 4 Juni 2021 pukul 17.00 WIB, jumlah kasus covid-19 di Kota Semarang mencapai 699 orang, dengan 289 diantaranya pasien rujukan dari luar kota.

“Kita sudah meminta setiap faskes rujukan covid-19 di Kota Semarang, untuk menyiapkan tambahan kapasitas, sebagai antisipasi lonjakan covid-19 pasca Lebaran. Termasuk rujukan dari luar daerah. Ruang isolasi yang sudah sempat ditutup agar disiapkan kembali,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi di Semarang, Jumat (4/6/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah meminta petugas bagian rujukan, untuk berkomunikasi dengan manajemen rumah sakit.

“RS di Semarang menjadi pusat rujukan covid-19 tidak hanya bagi warga Semarang saja. Kalau dilihat datanya, kenaikan kasus di Semarang juga berasal dari luar Semarang. Untuk itu, selain kita minta penambahan kapasitas, pengelolaan rujukan diatur dengan baik, sehingga penanganan pasien dapat optimal,” pungkasnya.

Lihat juga...