Tiga Lab ‘Rapid Test’ Antigen di Sikka Kena Teguran Tertulis

Editor: Makmun Hidayat

 MAUMERE — Sebanyak 3 dari 12 laboratorium klinik yang diberikan rekomendasi oleh Dinas Kesehatana Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan pemeriksaan rapid test antigen mendapat surat teguran tertulis akibat kasus hasil pemeriksaan yang berbeda.

“Kita sudah berikan teguran tertulis kepada ketiga klinik dan laboratorium ini atas hasil rapid antigen yang dikeluarkan,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefine Francis, MPH, saat ditemui di kantornya di Jalan El Tari Kota Maumere, Jumat (4/6/2021).

Clara mengatakan, tim dari Dinas Kesehatan juga telah turun mengecek kondisi peralatan dan proses pemeriksaan rapid antigen di 12 laboratorium klinik di Kota Maumere yang mendapatkan izin tersebut.

dr. Clara Y. Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan El Tari Kota Maumere, Jumat (4/6/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menyayangkan 2 dari 3 klinik tersebut melakukan pemeriksaan padahal klinik pertama sudah melakukan pemeriksaan dan hasil rapid antigennya dinyatakan positif Covid-19.

“Untuk kasus Covid-19 tidak boleh ada ruang untuk melakukan pemeriksaan pembanding. Kami sudah panggil 3 klinik ini dan memberikan teguran secara lisan Senin (31/5/2021). Teguran tertulis juga sudah diberikan hari Rabu (2/6/2021) lalu,” ucapnya.

Clara menegaskan, ada kelalaian dari laboratorium tersebut karena sudah disepakati kalau sudah ada hasil pemeriksaan positif oleh maka laboratorium yang lain tidak boleh melakukan pemeriksaan .

Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga jangan sampai hasil pemeriksaan di laboratorium lainnya mengaburkan hasil pemeriksaan sebelumnya oleh laboratorium lain.

“Prinsip pemeriksaan menggunakan rapid antigen Covid-19 ini kan real time sehingga saat diperiksa hari ini dan besok maka hasilnya pasti tidak akan sama. Hari yang sama pun dilakukan pemeriksaan hasilnya belum tentu sama,” terangnya.

Seorang warga Kota Maumere, Haryanto Nong Rudi mengadukan kepada Bupati Sikka mengenai hasil pemeriksaan rapid antigen oleh 3 laboratorium klinik yang hasilnya berbeda.

Haryanto menjelaskan, Jumat (28/5) pagi, dirinya bersama seorang temannya melakukan pemeriksaan rapid antigen di Klinik Pro Sehat Kota Maumere mengeluarkan biaya Rp175 ribu dan dirinya mendapatkan hasil positif Covid-19.

Merasa tak puas, dirinya langsung menuju ke Klinik Go untuk melakukan pemeriksaan dengan membayar Rp150 ribu dan tak lama kemudian diperoleh hasil negatif Covid-19.

“Sebelum hasil pemeriksaan ditandatangani, saya menanyakan kenapa hasil pemeriksaan sebelumnya di Klinik Pro Sehat hasilnya positif Covid-19. Petugas pun mengambil kembali surat saya dan menyatakan hasil pemeriksaan sebelumnya telah disebarkan di grup WhatsApp Covid-19,” ucapnya.

Haryanto menyebutkan, petugas di Klinik Go beralasan hasil yang tertera tersebut tidak benar dan salah ketik dan uangnya pun dikembalikan oleh petugas sehingga dirinya merasa tidak puas dan kembali melakukan pemeriksaan di klinik lainnya.

Ia pun kemudian melakukan pemeriksaan di Apotek L3 Farma sekitar pukul 13.00 WITA dengan membayar Rp150 ribu dan hasil pemeriksaan rapid antigen di apotek tersebut juga menyatakan dirinya negatif  Covid-19.

Lihat juga...