Tingkatkan Hasil Padi, Optimalkan Pemakaian Pupuk Organik

BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan menggalakkan pemakaian pupuk organik kepada kalangan petani karena mampu meningkatkan produktivitas hasil tani seperti padi.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus di Aceh Tamiang, Jumat, mengatakan berdasarkan hasil pengujian, terjadi peningkatan produksi mencapai 1,3 ton padi per hektare dengan menggunakan pupuk organik.

“Kami sudah menguji penggunaan pupuk organik di lahan sawah seluas 30 hektare di sejumlah kecamatan di Aceh Tamiang. Hasil, ada peningkatan produksi sekitar 1,3 ton per hektare,” kata Yunus.

Yunus mengatakan produktivitas petani di Aceh Tamiang biasanya sekitar 5,5 ton padi per hektare. Namun, ketika menggunakan pupuk organik, produksi padi per hektare mencapai 6,8 ton.

Oleh karena itu, kata Yunus, pihaknya terus menggalakkan petani menggunakan pupuk organik ketimbang pupuk kimia. Selain produktivitas meningkatkan, penggunaan pupuk organik juga mampu menekan biaya produksi.

Untuk mendapatkan hasil maksimal pupuk organik mencakup pupuk cair dan pestisida nabati mesti dilakukan secara penuh sejak pembibitan hingga padi berbuah tidak lagi menggunakan pupuk dan pestisida kimia, kata Yunus.

“Kami berharap dengan menggunakan pupuk organik lahan persawahan di Aceh Tamiang makin subur, dan untuk pelestarian lingkungan. Di samping itu, petani bisa meningkatkan produksi dan menghasilkan beras yang menyehatkan,” kata Yunus.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Aceh Tamiang juga mengajak kalangan petani di kabupaten itu menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian.

“Pupuk organik dari hewan kotoran dan dedaunan yang mengering yang dipermentasi mampu meningkatkan produksi dan kualitas pertanian,” kata Ketua KTNA Aceh Tamiang D Yogi Syahputra.

D Yogi Syahputra mengatakan pihaknya terus menyosialisasikan penggunaan pupuk organik kepada kalangan petani. Apalagi harga pupuk organik lebih ekonomi ketimbang pupuk kimia.

Menurut D Yogi Syahputra, pupuk organik bisa dibuat sendiri dengan bahan baku baik dari kotoran hewan ternak maupun daun tanaman serta lainnya yang mudah didapat.

“Yang lebih penting lagi, bila petani menggunakan pupuk organik, maka tanah akan selalu terjaga karena tidak tercemar kandungan kimia, sehingga unsur hara tanah terus subur,” kata D Yogi Syahputra.

D Yogi Syahputra mengatakan saat di Kabupaten Aceh Tamiang sudah ada kelompok tani yang memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak.

“Kami juga siap memenuhi permintaan para petani yang membutuhkan pupuk organik. Program pupuk organik ini juga mendapat dukungan pemerintah daerah,” kata D Yogi Syahputra. (Ant)

Lihat juga...