Tingkatkan Pendapatan, Petani di Pandeglang Didorong Kembangkan Porang

PANDEGLANG  – Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang mendorong para petani di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang untuk menanam porang sebagai tanaman alternatif untuk meningkatkan pendapatan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi di Pandeglang, Kamis, mengatakan potensi tanaman porang sebagai tanaman sela sangat menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan petani setempat.

“Selain manfaatnya yang banyak, pemasaran porang juga secara ekonomi menjanjikan mengingat, permintaan akan komoditas tersebut juga cukup tinggi,” katanya.

Untuk mendorong para petani menanam porang, Dinas Pertanian Kabupaten telah melakukan sosialisasi budidaya tanaman porang pada koodinator penyuluh dan pendamping masyarakat (community fasilitator) serta para Konsultan (CS-05).

Dia berharap, setelah mengikuti sosialisasi budidaya tanaman porang, para peserta yang hadir mampu melakukan transformasi ilmu pengetahuan tentang budidaya tanaman porang kepada para petani di wilayah kerja masing-masing.

“Harapan kegiatan ini, agar pegawai Dinas Pertanian, Koordinator Penyuluh (Korluh), CF maupun CS mampu menjelaskan kepada petani mengenai manfaat budidaya tanaman Porang sebagai tanaman sela yang menjanjikan, sehingga petani mau membudidayakan porang sebagai tanaman alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani,” harap Budi.

Kepala Bidang Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar mengatakan, kegiatan sosialisasi budidaya tanaman porang diantaranya membahas tentang pengertian, manfaat, teknik budidaya, dan pemasaran porang.

Uun mengharapkan adanya sosialisasi budidaya tanaman porang ini,dapat lebih menggalakan petani yang tertarik membudidayakan tanaman porang yang merupakan salah satu komoditas ekspor.

Pengembangan porang akan disinergikan dengan Flood Management in Selected River Basins (FMSRB) merupakan project penanggulangan banjir berbasis management yang bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan resiko akibat banjir.

Program FMSRB memanfaatkan daerah aliran sungai untuk bisa dimanfaatkan dalam rangka mensejahterakan petani untuk melakukan budidaya, baik itu tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.

Program ini dilaksanakan di tiga wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Banten, yakni Cidanau, Ciujung dan Cidurian meliputi 3 wilayah kabupaten yakni Serang, Lebak dan Pandeglang. (Ant)

Lihat juga...