TPU Jatisari Semarang Siapkan Alat Berat untuk Percepat Penggalian

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Angka kematian akibat covid-19 di Kota Semarang yang meningkat, berimbas pada lonjakan kebutuhan makam di TPU Jatisari Mijen Semarang, yang dikhususkan untuk pemakaman jenazah pasien covid-19 tersebut.

Kepala Disperkim Kota Semarang Ali, di Semarang, Kamis (24/6/2021). Foto Arixc Ardana

“Lonjakan kebutuhan makam di TPU Jatisari meningkat tajam. Senin (21/6/2021) kemarin ada 6 jenazah, Selasa (22/6/201) ada 10 jenazah. Bahkan, kemarin (Rabu-red) sempat memakamkan 12 jenazah pasien covid-19 dalam sehari,” terang Kasi Penyelenggaraan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Djunaidi di Semarang, Kamis (24/6/2021).

Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya, yang rata-rata per hari pihaknya hanya menyiapkan lima liang lahat, untuk berjaga-jaga jika ada kasus kematian akibat covid-19 dan akan dimakamkan di lokasi tersebut.

Di satu sisi, untuk mempercepat penggalian lubang pemakaman, pihaknya bahkan harus mengerahkan alat berat. “Ini untuk mempercepat penggalian, karena sekarang dalam sehari setidaknya kita menyiapkan sekitar 20 liang lahat,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, kondisi tanah di TPU Jatisari yang berupa cadas dan berbatu, juga menyulitkan jika penggalian dilakukan secara manual. “Setelah digali dengan alat berat, petugas gali lubang tinggal merapikan saja,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan pemakaman jenazah covid-19, pihaknya sudah membagi tugas kepada masing-masing petugas yang berjaga, sehingga semua bisa berjalan dengan aman, cepat dan sesuai protokol kesehatan.

Lihat juga...