Tumpukan Sampah Kembali Penuhi Pintu Air Sungai CBL

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Belum sebulan selesai diangkut, tumpukan sampah kembali memenuhi Pintu Air Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di kawasan perbatasan tiga kecamatan di Desa Sukajaya, Cibitung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kali ini, tumpukan sampah lebih banyak dari pertengahan bulan Ramadan lalu.

Sampah yang memenuhi Kali CBL tersebut didominasi sampah rumah tangga, seperti styrofoam, plastik dan lainnya. Sampah itu diperkirakan di dari hulu wilayah Cikarang Barat karena tidak adanya pengawasan dari perangkat dan tidak adanya perhatian dari pengelola sungai.

“Tumpukan sampah kembali terjadi di pintu air CBL. Padahal baru di bersihkan, ini karena tidak adanya perhatian dan kesadaran semua untuk tidak membuang sampah di kali. Ini sampah dari darat, pasti ulah manusia,” ungkap Hadi UPTD Kebersihan Area Sungai, Kabupaten Bekasi kepada Cendana News, Rabu (2/6/2021).

Dikatakan Hadi, setelah dibersihkan bulan lalu, di lokasi Pintu Air CBL tersebut dipasang jaring sampah. Tujuannya, agar sampah tersebut tidak menghambat aliran air di pintu air, bahkan pihak dari 20 desa sebelumnya berjanji bergotong royong secara rutin membersihkan tumpukan sampah yang berada di jaring.

Hadi, UPTD Kebersihan Area Sungai, Kabupaten Bekasi, mengaku kewalahan menghadapi perilaku buang sampah di sungai wilayah Bekasi, Rabu (2/6/2021). -Foto: M. Amin

Namun demikian, jelas Hadi, hal tersebut tidak dilaksanakan. Sehingga sampah menumpuk dan sekarang makin banyak. Jaring yang dipasang saat ini sudah tidak kuat menahan beban karena banyak sampah.

“Saya sudah koordinasikan lagi, dengan semua pihak baik desa, ataupun dari pengelola kali seperti BWSS agar bisa kembali bergotong royong bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia pada 5 Mei ini,” tegasnya.

Senada, relawan peduli lingkungan Ahmad Ajat, menyebut kondisi pintu air CBL saat ini kembali dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Ia bahkan mengaku sudah menyerah mengurusi masalah sampah di Pintu Air CBL di Desa Sukajaya Cibitung karena sudah keseringan.

Nyerah dah, urus sampah di Pintu Air CBL itu. Karena yang turun membersihkan kami dari relawan terus. Yang nonton saat bersihkan lebih banyak dari tim yang turun. Harusnya pemerintah baik kabupaten ataupun desa di bantaran kali harus tegas menjaga lingkungannya agar tidak membuang sampah ke kali,” tegas Ahmad Ajat.

Soalnya, tandasnya, belum sebulan dibersihkan pertengahan Ramadan lalu bersama banyak relawan sekarang tumpukan sampah lebih banyak lagi. Hal itu seperti mainan, saja, karena belum adanya tindakan tegas bagi pembuangan sampah sembarangan.

“Harus ada aturan tegas, jika tidak hal itu terus berulang. Membangun kesadaran adalah tugas bersama, tapi jika keseringan seperti di Pintu Air CBL ini sudah terlalu. Sampah yang menumpuk itu dari darat bukan, datang sendiri,” paparnya berharap bersamaan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia nanti bisa ada perubahan jelas di Bekasi terkait tata kelola sampah.

Lihat juga...