UMKM di Sulsel Didorong Optimalkan Transaksi Online

MAKASSAR  – Dinas Koperasi dan UMKM (usaha mikro kecil menengah) Sulawesi Selatan menyiapkan kuota gratis bagi 3.000 pelaku UMKM dalam mendorong digitalisasi memasarkan berbagai produknya secara online atau daring.

Kuota gratis berisi 28 GB ini segera diberikan kepada UMKM guna memudahkan mereka melakukan transaksi jual beli secara online dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Diskop dan UMKM Sulsel, Zainuddin di Makassar, Rabu mengungkapkan pihaknya sedang melakukan inventarisasi terhadap semua operator seluler di Sulawesi Selatan.

Inventarisasi tersebut bertujuan untuk mengetahui kekuatan jaringan setiap operator pada setiap daerah atau wilayah, guna pemilihan dan pembelian kuota oleh Diskop dan UMKM tepat sasaran.

“Jangan sampai, kita sudah membeli kuotanya sementara malah tidak bisa digunakan karena jaringan selulernya yang tidak ada,” ujarnya.

“Kita sedang menunggu operator tersebut, karena kami tidak bisa mengambil juknis (petunjuk teknis) untuk diberikan ke UKM, sementara tidak ada jaringan, malah jadi masalah,” tambah Zainuddin.

Melalui kuota gratis tersebut, Diskop dan UMKM Sulsel menargetkan penerima sebanyak 3.000 UMKM se Sulawesi Selatan, sedangkan pada tahap awal akan mulai menyasar separuh dari total target tersebut yakni 1.500 UMKM.

Pembagian kuota gratis itu direncanakan akan dimulai pada akhir Juli 2021, sesuai rencana penganggarannya yang berada di triwulan ke tiga. Total anggaran program kuota gratis bagi UMKM Sulsel sebanyak Rp400 juta.

Zainuddin menjelaskan penerima kuota gratis ini berdasarkan pada usulan dari pemerintah daerah masing-masing, bukan hanya pelaku UMKM secara daring, tetapi juga akan menyasar UMKM yang masih bertransaksi secara offline.

Selain operator, Diskop Sulsel juga tengah menginventarisasi para E-commerce atau market place untuk memastikan UMKM ini memiliki wadah dalam memasarkan produknya, terutama yang berada di daerah.

“Jika ada market place lokal, kita akan kerjasama dengan mereka. Setelah semuanya rampung, kita akan buat juknis untuk pelaksanaan kegiatan. Kita berharap lebih cepat terinventarisasi untuk jalankan kegiatannya,” urai Zainuddin. (Ant)

Lihat juga...