Warga dan Pemdes Konga Tetap Minta Galian C Dihentikan

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA – Warga masyarakat dan Pemerintah Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap bersikeras agar penambangan Galian C di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konga dihentikan selamanya.

“Warga dan pemerintah desa tetap sepakat aktivitas penambangan Galian C di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konga dihentikan selamanya,” kata Kepala Desa Konga, Aloysius Kung saat dihubungi, Rabu (9/5/2021).

Aloysius menyebutkan, aktivitas pengambilan material di DAS Konga oleh PT. Talenta Jaya Retalindo sangat meresahkan warga pemilik lahan pertanian di sekitarnya karena air di belakang bendungan merembes ke sungai.

Menurutnya, kondisi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan menurunnya debit air di bendungan sehingga warga khawatir akan berpengaruh terhadap ketersediaan air untuk mengairi areal persawahan.

Kepala Desa Konga, Aloysius Kung saat ditemui di desanya, Selasa (18/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Warga khawatir debit air di bendungan yang berkurang drastis akan berpengaruh terhadap ketersediaan air untuk mengairi areal persawahan dan lahan tanaman hortikultura di sekitar bendungan,”ungkapnya.

Selain itu tambah Aloysius, timbunan tanah dan pasir akibat dari penggalian yang dilakukan perusahaan mengakibatkan terjadinya pendangkalan sungai yang mengakibatkan tingginya air di bendungan terus meningkat.

Ia menyebutkan, ketinggian permukaan bendungan yang terus bertambah tersebut berpotensi menyebabkan air meluap dan akan menggenangi areal persawahan yang berada di  bagian bawah bendungan.

“Apabila ketinggian permukaan air terus meningkat dan meluap maka dipastikan akan terjadi banjir. Warga khawatir banjir akan merusak areal persawahan yang berada di bagian bawah bendungan,” ucapnya.

Aloysius mengakui areal persawahan di Konga seluas 280 hektare dan masih bisa diperluas lagi apabila debit air di bendungan mencukupi untuk mengairi areal persawahan.

Lanjutnya, apabila Galian C di DAS Konga tidak dihentikan maka dampaknya akan sangat besar karena areal persawahan di Konga merupakan sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Flores Timur.

“Kalau aktivitas Galian C tidak dihentikan maka akan mengancam ketersediaan beras di kalangan petani di 3 desa yang memiliki sawah. Areal persawahan Konga yang menjadi lumbung pangan bisa-bisa terancam,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli mengatakan apabila aktivitas perusahaan merusak lingkungan dan mendatangkan kerugian bagi warga maka aktivitas perusahaan bisa dihentikan.

Agus sapaannya menyebutkan ada tiga langkah penyelesaian yang bisa ditempuh yakni melalui jalur pidana, jalur perdata maupun penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau non-litigasi.

“Apabila merugikan warga dan berdampak besar terhadap lingkungan maka aktivitas tambang Galian C tersebut dihentikan pengoperasiannya. Warga Desa Konga, Kobasoma dan Lewolaga akan merasakan dampaknya karena mereka memiliki lahan sawah di areal persawahan Konga,” ungkapnya.

Lihat juga...