Warga di Jember Manfaatkan Hama Keong Sebagai Pupuk Organik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Keong menjadi salah satu hama lingkungan yang dapat merusak pertumbuhan tanaman padi. Terlebih untuk usia padi yang masih dalam fase pertumbuhan. Kehadiran mereka menandakan kualitas tanah pertanian tersebut baik, dalam hal ini kandungan bahan pupuk anorganik sangat minim.

Sayudi, warga Dusun Kopang Krajan, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa mengatakan, minimnya kandungan bahan kimia memiliki dampak positif terhadap kandungan tanah sawah yang semakin subur.

“Keong juga bermanfaat sebagai pupuk pada tanaman padi. Karena memiliki kandungan nutrisi untuk proses pertumbuhan tanaman,” ujar Sayudi di Dusun Krajang Kupang, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Jember, Rabu(30/6/21).

Dikatakan, pertumbuhan padi akan menjadi bagus apabila menggunakan pupuk organik dari olahan keong dan telur keong yang menempel di tangkai padi. Selain untuk mempercepat pertumbuhan, juga dapat membuat pertumbuhan akar padi lebih kuat, hingga ke tangkai padi.

Pengalaman tersebut, menurut Sayudi sudah dilakukan sendiri, dengan proses uji coba terhadap pembuatan pupuk organik dari hama keong.

“Proses pembuatannya semua bahan yang digunakan berasal dari bahan organik. Seperti rebung bambu, rebung pisang, batang pisang, kipahit, dan mengkudu. Bahan tersebut dicampur langsung dengan keong, kemudian dilakukan masa fermentasi kurang lebih selama satu bulan lamanya,” jelasnya.

Selain memanfaatkan hama keong, Sayudi juga memanfaatkan kotoran ternak.

“Di desa akan mudah kita menjumpai banyak kotoran ternak, karena sebagian besar warganya beternak sapi maupun kambing” jelasnya.

Ketua HKTI Jember, Jumantoro mengatakan, sedikit demi sedikit pihaknya melakukan pendampingan terhadap para petani. Dengan memberikan bekal pelatihan, bagaimana memanfaatkan limbah kotoran ternak untuk kebutuhan pupuk.

“Bagi para petani yang memiliki semangat belajar, kami bantu dan kami dampingi. Seperti bagaimana memanfaatkan kotoran ternak, maupun hama yang mengganggu tanaman padi untuk bisa digunakan sebagai pupuk. Beberapa petani sangat antusias, dengan bekal ilmu yang mereka dapatkan, sehingga mampu mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik,” ungkapnya.

Lihat juga...