Warga Minta Pengembang Minimalisir Dampak Proses Revitalisasi Pasar Kranji

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Novardi Rahim, perwakilan warga sekitar Pasar Kranji, Bekasi saat duduk bersama pihak pengembang revitalisasi, dengan difasilitasi oleh Kecamatan Bekasi Barat meminta agar dampak negatif dari proses tersebut dapat diminimalisir.

Menurutnya, warga telah menyurati pihak pengembang dengan menjelaskan beberapa item kekhawatiran, terkait revitalisasi pasar dan lokasi Tempat Pasar Sementara (TPS). Nyatanya semua yang dikhawatirkan tersebut saat ini semuanya terjadi.

“Kami warga di komplek Depnaker Trans yang berada berdampingan dengan Pasar Kranji, tidak menolak program revitalisasi tersebut. Tapi tolong dampaknya, bisa diminimalisir, tidak seperti saat ini, lingkungan jadi bising, bau, polusi udara dan mengkhawatirkan tembok bangunan pasar menempel dengan pemukiman warga,” tegas Rahim, kepada Cendana News, Jumat (18/6/2021).

Hal lain lanjutnya, adalah kekhawatiran warga jika terjadi bencana seperti kebakaran karena pasar yang menempel langsung dengan pemukiman. Dampak lain yang dirasa warga saat ini, jika hujan maka limbah dari pasar masuk ke pemukiman warga.

Sementara itu, pihak pengembang dalam revitalisasi pasar Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku siap mengakomodir keluhan warga, terkait dampak dari pembangunan yang saat ini masih tahap pelaksanaan.

“Memang ada keluhan terkait pembuatan Tempat Pasar Sementara (TPS) terhadap lingkungan sekitar, terutama di komplek Depnaker Trans di RT/RW 11/05 Pasar Kranji. Tapi sudah ada pertemuan bersama warga di kantor Camat Bekasi Barat, kemarin,” ungkap Iwan, pengembang dari perusahaan Anisa Bintang.

Diakuinya bahwa ada keluhan kaitan dampak dari TPS yang ada sekarang karena menimbulkan kebisingan, bau, dan limbah yang kotor. Menurutnya selaku pengembang memahami, setiap pembangunan itu selain ada tujuan baik, tentunya ada dampak negatif.

Ia juga mengaku sebagai pengembang menyambut baik cara warga menyampaikan protes.

“Kami dengan warga saat difasilitasi bertemu di kantor Camat kemarin telah sepakat, untuk bersama meminimalisir dampak dari pembangunan TPS, dan Senin ini, akan melakukan survey bersama,” jelas Iwan.

Setelah survey maka akan rapat kembali untuk menetapkan solusi. Ia menegaskan sudah memahami keluhan warga tentang bising bau dan limbah air yang masuk ke komplek warga pada saat banjir. Terkait Limbah yang masuk ke Komplek warga sekitar TPS yang dibangun sekarang, ia mengakui belum mengetahui hal tersebut.

“Itukan dampak saluran karena itu terjadi pada saat hujan, limbah yang ada dalam drainse, meluap dan limbahnya masuk ke jalan raya,” pungkasnya.

Lihat juga...