Warga Puger di Jember Sadar Pentingnya Pengetahuan Agama Bagi Anak

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Pedagang buku keliling di kawasan Puger, Jember, Jawa Timur, mengaku lebih banyak menyediakan buku-buku tentang agama, karena banyak peminatnya. Menurutnya, di masa pandemi ini banyak orang tua membeli buku tentang agama untuk anaknya.

Salim, pedagang buku keliling di Puger, mengatakan sejak beberapa tahun lalu dirinya sudah menjual buku di wilayah Puger. Buku-buku yang dijualnya didominasi oleh bahan bacaan tentang agama.

“Mayoritas buku yang banyak dicari oleh warga sekitar adalah tentang agama. Tentunya, persediaan buku yang saya tawarkan tentang buku agama. Sedangkan untuk bahan bacaan lain menyesuaikan bila ada warga yang mencarinya,” katanya di Puger, Jember, Kamis (10/6/2021)

Salim, pedagang buku keliling di Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, Kamis (10/6/21).-Foto: Iwan Feriyanto

Selain di wilayah Puger, Salim juga membuka usahanya di wilayah Ambulu yang merupakan tempat tinggalnya. Dirinya menyebut, bahan dasar bacaan yang banyak dicari oleh warga di sana juga tentang pendidikan agama.

“Pilihan saya lebih banyak menyediakan bahan bacaan tentang agama, menyesuaikan kebutuhan bahan bacaan yang diinginkan oleh banyak orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Muh. Gafur, warga setempat, mengatakan di zaman yang makin maju saat ini, dirinya tidak ingin anaknya salah dalam mengambil langkah di kala memasuki usia remaja.

“Usia remaja merupakan pertumbuhan anak dalam mencari jati dirinya. Ruang lingkup hubungan pertemanan di saat ini sudah makin luas dengan perkembangan zaman yang makin modern. Sebagai upaya orang tua membimbing anak agar tidak salah mengambil langkah, perlu memberikan pemahaman tentang ajaran agama,” ujar Muh. Gafur.

Gafur menambahkan, saat ini orang tua sulit memantau aktivitas anak yang dilakukan setiap harinya. Karena, saat ini seperti yang diketahui, anak lebih aktif dengan smartphone-nya.

“Penggunaan smartphone saat ini lebih mendominasi dari aktivitas sosial, berhubungan langsung dengan orang lain. Sedangkan dengan smartphone, apa saja saat ini bisa diakses dengan mudah,” ucapnya.

Mudahnya akses yang bisa dilakukan dengan smartphone, Gafur mengatakan ada kekhawatiran bila tidak memanfaatkannya dengan positif.

“Pandemi Covid-19 saat ini tidak ada lagi batasan untuk anak menggunakan smartphone, karena sebagian besar digunakan sebagai fasilitas belajar. Selain digunakan sebagai fasilitas belajar, tentu orang tua ada rasa khawatir bila dalam penggunaannya mengakses hal-hal yang negatif, banyak konten yang dapat membentuk anak untuk tidak bertanggung jawab. Berawal dari sebuah tontonan negatif, hingga ke depan dapat terpengaruh,” ungkapnya.

Gafur menyadari, memberikan pemahaman agama sejak dini kepada anak tidak mudah. Membutuhkan kesabaran dan ketekunan, agar anak mudah untuk memahaminya.

“Tanggung jawab orang tua tentunya memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai agama. Sulit tentunya, namun akan memiliki pengaruh besar membentuk anak untuk bertanggung jawab dalam setiap tindakan yang dilakukan,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...