YTIB Lanjutkan Program Lumbung Ikan Desa di Solor Selatan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Aktivitas pengeboman ikan yang terjadi di pesisir selatan laut Solor, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tengggara Timur (NTT) membuat Yayasan Tanah Ile Boleng (YTIB) melaksanakan program Penyelamatan Keanekaragaman Hayati.

Direktur Yayasan Tanah Ile Boleng (YTIB), Vero Lamahoda saat ditemui di Desa Bubuatagamu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (16/6/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Sejak tahun 2016 kami laksanakan Program Penyelamatan Keanekaragaman Hayati di pesisir selatan laut Solor yang terkenal dengan aktivitas pengeboman ikan,” kata Vero Lamahoda, Direktur YTIB Flores Timur, NTT saat ditemui di Desa Bubuatagamu, Kecamatan Solor Selatan, Rabu (16/6/2021).

Vero menyebutkan, program dilaksanakan sejak 2016 hingga 2018 di 3 desa, yakni Bubu Atagamu di Kecamatan Solor Selatan serta Desa Lebao dan Watanhura di Kecamatan Solor Timur.

Ia menjelaskan, ada tiga kegiatan yang dilaksanakan yakni pembuatan daerah perlindungan laut atau lumbung ikan, pemberdayaan ekonomi kelompok nelayan serta pembentukan Laskar Bahari.

“Laskar Bahari bertugas mengawasi dan memberi informasi kepada pengambil keputusan terkait penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti pengeboman dan penggunaan potasium,” ujarnya.

Vero sebutkan, untuk membuat lumbung ikan desa pihaknya memfasilitasi nelayan mengerjakan rakit dan rumpon yang menjadi rumah ikan atau tempat ikan berkumpul.

Dia mengaku sejak program ini berjalan, kesadaran masyarakat untuk menjaga laut mulai terbentuk dan masyarakat pun mulai menghalau dan mengusir nelayan yang hendak melakukan pengeboman ikan.

“Berkat program ini, nelayan tradisional di pesisir selatan Pulau Solor mulai merasakan dampaknya,” ujarnya.

Vero bersyukur, aktivitas pengeboman ikan hampir tidak terjadi lagi karena masyarakat mulai sadar dan aktif menjaga lautnya agar tidak ada penangkapan ikan yang merusak ekosistem.

Dia menyebutkan, setelah ada evaluasi dari pihak donor dan dinilai berhasil, program ini pun dilanjutkan kembali setelah sempat terhenti karena kendala pandemi Corona.

“Program ini dilanjutkan lagi di tahun 2021 untuk jangka waktu 18 bulan. Kita akan perluas pendampingan pada beberapa desa di Kecamatan Solor Selatan dan saat ini sedang dilakukan pemetaan dan pengumpulan aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Desa Watanhura, Kecamatan Solor Timur, Bony Maran mengaku selain pendampingan yang dilakukan lembaga sawadaya masyarakat, peran Pokmaswas pun penting dalam mencegah pengeboman ikan.

Bony katakan, setiap Pokmaswas diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga eksosistim laut termasuk dilarang menangkap ikan menggunakan bahan peledak seperti bom serta racun.

“Hadirnya Pokmaswas membuat aktifitas pengeboman ikan menurun drastis. Memang masih ada satu dua kali aksi pengeboman ikan sehingga patroli oleh aparat keamanan tetap berjalan,” ucapnya.

Lihat juga...