55 TPA di Pasaman Barat tak Aktif

SIMPANG EMPAT – Sekurangnya 55 Taman Pendidikan Al-Quran/Madrasah Diniyah Al-Quran (TPA/MDA) yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat tidak lagi melakukan kegiatan.

Dari 432 total TPA/MDA yang tercatat diketahui aktif 377 dan tidak aktif 55, kata Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemkab Pasaman Barat, Hendrizal di Simpang Empat, Kamis.

Ia mengatakan tidak aktifnya TPA/MDA itu disebabkan terbatasnya guru agama yang ada di daerah itu.

Untuk itu, saat ini pihaknya akan memberdayakan guru agama yang ada selain nanti juga memfungsikan da’i nagari (desa) atau penyuluh agama yang ada.

“Saat ini kita sedang menyeleksi da’i nagari yang akan ditempatkan di nagari yang ada. Dari 251 yang ikut tes akan diambil 218 orang,” katanya.

Ia menyebutkan da’i nagari itu sebagai koordinator kegiatan keagamaan pada setiap bagari dan kecamatan.

Mulai melakukan pembinaan kepada TPA/MDA, pondok tahfiz dan pondok Quran, wirid yasin dan kegiatan keagamaan lainnya.

Ia menjelaskan untuk menjadi seorang da’i nagari itu setiap peserta seleksi harus mampu menguasai beberapa materi seperti khutbah, baca Alquran, imam salat dan salat jenazah serta fardu kifayah.

“Apabila materi tersebut tidak dikuasai oleh peserta seleksi, tentu penilaian dari panitia ada,” jelasnya.

Untuk mendukung hal itu, pada tahun 2022 nanti akan dibangun pondok tahfiz dengan anggaran sebesar Rp500 juta yang rencananya sekitar lima unit pondok tahfiz se-Pasaman Barat dan itu akan dilakukan secara berkelanjutan,” sebutnya.

Sedangkan untuk jumlah pondok tahfiz ada sebanyak 13 unit dan pondok quran sebanyak 19 unit.

Kemudian jumlah masjid sebanyak 483 unit dan musala 735 unit.

“Hal inilah yang kami harapkan nantinya kerjasama dari da’i nagari. Sementara untuk kesejahteraan para da’i ini diberikan honor sebesar Rp850 ribu, namun kedepan rencananya akan ditambah,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...