56 Nakes di Sikka Terpapar Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebanyak 56 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpapar Covid- 19.

“Tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif hingga hari ini sebanyak 56 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Jumat (2/7/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan di Jalan El Tari, Maumere, Jumat (2/7/2021). Foto: Ebed de Rosary

Clara menyebutkan, para Nakes tersebut tersebar di 9 Puskesmas yakni Puskesmas Boganatar, Tanarawa, Habi Bola, Waipare, Hewokloang, Kopeta, Nita, Koting dan Puskesmas di Palue.

Ia menambahkan, untuk rumah sakit hanya di RS TC Hillers Maumere sebanyak 3 tenaga pramusarana serta 1 orang tenaga billing, selain direktur rumah sakit yang sebelumnya sudah positif.

“Dokter yang positif ada di Puskesmas Boganatar dan Palue. Meski banyak tenaga kesehatan yang positif Covid-19 namun pelayanan kesehatan sejauh ini tidak mengalami kendala,” sebutnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini merinci jumlah Nakes yang positif Covid-19 di antaranya perawat 26 orang, bidan 11, ahli gizi 7, analisis 4, farmasi 1 sementara di rumah sakit ada pramusarana 3 dan billing 1 orang.

Clara mengharapkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan memberlakukan 5 M juga secara ketat dan disiplin dalam penerapannya, guna memutus mata rantai penularan.

“Kita tetap memberikan imbauan kepada masyarakat agar menaati protokol kesehatan dan menerapkan secara disiplin serta penuh tanggung jawab. Para Nakes saja tertular Covid-19 apalagi masyarakat biasa,” ucapnya.

Sementara itu, Beny Liwu, salah seorang warga Desa Kringa, Kecamatan Talibura mengaku, mengikuti rapid test antigen di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) akibat ada seorang keluarganya yang bekerja di Puskesmas Boganatar positif Covid-19.

Beny menyebutkan, Kepala Puskesmas Boganatar juga positif Covid-19 sehingga para pekerja yang bekerja di Puskesmas tersebut semuanya wajib menjalankan rapid antigen termasuk keluarganya.

“Hari ini kami melakukan tes rapid antigen di Labkesda karena kontak erat dengan Nakes yang bertugas di Puskesmas Boganatar. Adanya tes sejak awal sangat berguna agar kita tidak menularkannya kepada orang lain,” ucapnya.

Lihat juga...