AJI Kota Bandar Lampung Minta Dukungan Bagi Jurnalis Terpapar Covid-19

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah jurnalis di Provinsi Lampung, khususnya di kota Bandar Lampung, terinfeksi Corona Virus Disease (Covid-19). Sebagian terinfeksi saat menjalankan tugas jurnalistik.

Menanggapi kondisi tersebut, organisasi profesi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung, meminta perusahaan media memberikan dukungan.

Ketua AJI Bandar Lampung, Hendry Sihaloho, menyebut berdasarkan data, sebanyak lima jurnalis di Bandar Lampung positif Covid-19. Sebagai langkah lanjutan, jurnalis yang dinyatakan positif Covid-19 telah menjalani isolasi mandiri. Angka tersebut diakuinya bisa lebih tinggi, mengingat jurnalis di kabupaten lain belum terdata.

Hendry, sapaan akrabnya, menyebut dukungan dan tanggung jawab utama atas keselamatan jurnalis ada pada perusahaan media. Sebagai pemberi tugas, kerja perusahaan media wajib memiliki tanggung jawab segala aktivitas jurnalistik yang dijalankan jurnalis. Sejumlah hak-hak dasar sebagai pekerja wajib terpenuhi dengan baik.

Hendry Sihaloho (kanan), Ketua Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung, Selasa 6 Juli 2021 (Dok CDN)

“Hak-hak perusahaan yang harus dipenuhi perusahaan, misalnya menyediakan tempat isolasi dan memastikan setiap pekerja memperoleh upah selama menjalani isolasi hingga jurnalis yang terpapar atau dinyatakan positif Covid-19 pulih, dan bisa menjalankan tugasnya kembali,” terang Hendry Sihaloho, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/7/2021).

Hendry Sihaloho menegaskan, perusahaan media wajib memperhatikan keselamatan jurnalis dalam tugas jurnalistik. Perhatian tersebut bisa diberikan dalam bentuk penyediaan alat pelindung diri (APD), tambahan suplemen dan vitamin, fasilitas rapid test antigen dan tes swab PCR kepada jurnalisnya. Sebab selama masa pandemi Covid-19, jurnalis memiliki peran kunci dalam menyediakan informasi akurat bagi publik.

Hendry Sihaloho menuturkan, selama masa pandemi, dengan kehadiran jurnalis akan menyediakan informasi berbasis sains dan medis.

Jurnalis ikut mendukung upaya pemerintah dalam upaya menyampaikan informasi terkait penanganan kesehatan secara baik, benar secara medis.

Informasi terkait penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat juga diinformasikan dalam karya jurnalistik.

“Kehadiran jurnalis dibutuhkan dalam menyediakan berita sesuai fakta dan berbasis sains, medis kepada masyarakat,” ulasnya.

Menurut Hendry Sihaloho, hasil riset AJI Indonesia pada November 2020 menyasar 700 lebih jurnalis di Indonesia. Sebanyak 37,1 persen responden mengaku tidak mendapatkan  alat pelindung diri. Sebanyak 63,8 persen responden mengaku tidak mendapat fasilitas layanan test cepat antigen dan swab PCR. Kondisi itu menyebabkan jurnalis menjadi salah satu pihak paling rentan terinfeksi Covid-19 selama melakukan kerja jurnalistik.

Hendry mengingatkan para jurnalis agar mengetatkan protokol kesehatan, keamanan saat peliputan di lapangan. Sebab, sejauh ini belum dipastikan kapan pandemi akan berakhir. Salah satu cara melindungi diri dengan cara patuh dan ketat menjalankan protokol kesehatan.

Sementara itu sebagai bentuk dukungan kepada jurnalis, AJI bersama Jurnalis Krisis dan Bencana serta Komite Keselamatan Jurnalis meluncurkan panduan protokol keamanan liputan dan pemberitaan Covid-19, yang bisa diunduh di https://lampung.aji.or.id/306/protokol-keamanan-liputan-dan-pemberitaan-covid-19.

Salah satu jurnalis, Jupri, menyebut selama melakukan tugas jurnalistik ia tetap kuatir terpapar Covid-19. Terlebih, lokasi liputan berada di pelabuhan Bakauheni, tempat perlintasan pelaku perjalanan.

Meski demikian, ia mengaku telah mendapat vaksin Covid-19 tahap pertama. Selain melindungi diri dengan masker, ia juga menjaga kesehatan tubuh dengan vitamin. Sebagian gaji dari perusahaan disertai tambahan untuk membeli suplemen.

Jupri juga menyebut, antisipasi terpapar, selain menjaga diri juga memilih melakukan tugas jurnalistik di wilayah tidak rentan kerumunan. Lokasi objek wisata yang jarang dikunjungi, liputan di alam yang bersih bisa meningkatkan imunitas tubuh. Menghindari lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan menjadi cara baginya menghindar dari paparan Covid-19.

Lihat juga...