Akhirnya Dana Insentif Tenaga Kesehatan di Sumsel Dicairkan

Gubernur Sumsel, Herman Deru - foto Ant

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya mencairkan dana insentif untuk tenaga kesehatan, yang sempat tertunda selama enam bulan terhitung sejak Januari–Juni 2021. Nilai dari insentif tersebut mencapai Rp5,2 miliar.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, pemprov menyalurkan insentif kepada para tenaga kesehatan, sebagaimana perintah Kementerian Dalam Negeri. “Sudah cair akan kami transfer ke rekening pribadi masing-masing, dibayar semua selama enam bulan tersebut,” kata Gubernur Herman, Senin (19/7/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, dana insentif tersebut baru akan diberikan kepada 500 orang tenaga kesehatan, yang tersebar di Rumah Sakit Umum Siti Fatimah, Rumah Sakit Ernaldi Bahar, Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Sport City dan Satuan tugas. Besaran yang diterimakan bervariasi, sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat. Dokter spesialis mendapatkan Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta dan jenis nakes lainnya Rp5 juta. “Sementara untuk bulan ini dulu yang baru kami bayarkan, untuk Juli-Desember 2021 pencairan secepatnya akan kami proses,” sebut Lesty.

Secara keseluruhan anggaran insentif tenaga kesehatan untuk tahun 2021, dianggarkan sebesar Rp51,2 miliar dengan jumlah tenaga kesehatan lebih kurang 15.073 orang. Namun, pemprov sementara ini hanya mencairkan untuk Januari–Juni 2021.

Ini dilakukan, karena pemprov mempertimbangkan masa kerja dan beban kerja, misalnya tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sehat Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) baru bekerja selama dua bulan sejak Mei 2021. Selain itu ada juga yang sudah menerima insentif menggunakan anggaran APBD Perubahan. “Kami juga ada rencana penambahan nakes maupun vaksinator mengingat angka penyebaran COVID-19 yang masih tinggi,” pungkas Lesty. (Ant)

Lihat juga...