Antusias Divaksin Covid-19, Pelajar di Semarang Harapkan PTM

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Program vaksinasi Covid-19 bagi anak di Kota Semarang, mendapat sambutan antusias dari para pelajar di SMAN 3 Semarang. Hal tersebut terlihat dari kesediaan mereka, untuk mengikuti vaksinasi yang digelar di sekolah, Senin (19/7).

“Saya sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi covid-19 ini. Sejak awal memang ingin divaksin, namun saat itu vaksinasi untuk anak di bawah 18 tahun belum diperbolehkan,” papar salah satu siswa, Majid Reza, disela kegiatan vaksinasi.

Keinginan tersebut didasari atas munculnya varian baru Covid-19 , hingga keinginannya untuk bisa segera sekolah tatap muka.

“Kalau baca berita atau lihat televisi, saat ini kan ada banyak varian Covid-19. Salah satu upaya untuk menangkalnya dengan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan. Selain itu, saya juga ingin bisa segera sekolah dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat ini kan masih online,” terangnya.

Dengan adanya vaksinasi tersebut, dirinya berharap keinginan untuk bisa sekolah secara PTM bisa dilakukan. “Ya harapannya seperti itu, kalau teman-teman dan para guru sudah divaksin semua, PTM bisa digelar kembali,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan pelajar lainnya, Salsabila Efananda, yang ikut serta dalam program vaksinasi ini.

“Pastinya senang, tidak khawatir dengan efek sampingnya. Sejauh ini tidak ada masalah. Harapannya, dengan sudah divaksin, kita bisa belajar di sekolah kembali secara tatap muka,” ungkapnya.

Diakuinya, selama hampir 1,5 tahun belajar secara daring, dirinya mengaku sudah kangen rasanya masuk sekolah. “Mudah-mudahan bisa segera terwujud,” tambahnya.

Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto, saat ditemui di sela kegiatan vaksinasi di sekolah, Senin (19/7/2021). -Foto Arixc Ardana

Sementara, Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto menuturkan ada sebanyak 1.200 siswa SMAN 3 yang dijadwalkan untuk mendapatkan suntik vaksin.

“Targetnya semua siswa divaksin. Sebelumnya, para siswa kelas kelas 12 sudah divaksin bekerja sama dengan Udinus, yang menjadi salah satu penyelenggara sentra vaksinasi Covid-19 di Kota Semarang. Kini kelas 10 dan 11 divaksin bekerja sama dengan Puskesmas Poncol dan Dinas Kesehatan Kota Semarang,” terangnya.

Dijelaskan, dari siswa kelas 10 dan 11 yang divaksin seharusnya sebanyak 800 siswa. Namun ada beberapa yang izin karena sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan sakit. “Mereka nantinya akan dijadwalkan ulang, terkait vaksinasi Covid-19,” tambahnya.

Wiharto juga menjelaskan, vaksinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya persiapan pelaksanaan uji coba PTM terbatas di sekolah tersebut.

“Mudah-mudahan dengan upaya ini, uji PTM bisa segera dilaksanakan, angka Covid-19 di Kota Semarang juga bisa segera turun,” pungkasnya.

Lihat juga...