Atasi Pengeboman Ikan, Pemda Sikka Diminta Hidupkan Peran Pokmaswas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta menghidupkan kembali peran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dalam mengawasi wilayah pesisir pantai dan ekosistem laut.

Mantan Direktur WALHI NTT, Carolus Winfridus Keupung, saat ditemui di Kelurahan Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (7/7/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Peran Pokmaswas dalam mengawasi laut perlu dihidupkan kembali, terutama terkait peran pengawasan,” pinta Carolus Winfridus Keupung, Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) saat ditemui di kantornya di Kelurahan Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (7/7/2021).

Ia sebutkan, keterlibatan masyarakat sangat penting, mengingat terbatasnya aparat keamanan seperti TNI AL dan Polairud Polda NTT dalam mengawasi laut dari aktivitas penangkapan ikan yang merusak ekosistem.

“Ini penting agar masyarakat menyadari pentingnya menjaga laut dan dengan sendirinya tumbuh kesadaran,” ungkapnya.

Mantan Direktur WALHI NTT ini mengakui, selama ini ada beberapa desa pesisir yang telah dibentuk Pokmaswas tetapi tidak aktif, sehingga masyarakat pun terkesan masa bodoh ketika menemukan adanya aksi pengeboman ikan.

“Kalau seluruh masyarakat peduli maka pelaku pengeboman ikan pasti tidak beraksi, karena dihalau warga. Aksi pengeboman ikan di wilayah pantai utara di lokasi TWAL Teluk Maumere dan wilayah pantai selatan Sikka masih terus terjadi. Harus ada aksi nyata dari pemerintah untuk menghentikan aksi ini,” harapnya.

Sementara itu, staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Seksi Konservasi Wilayah IV Yeni Setyanigrum mengakui keterbatasan staf dan sarana pra sarana membuat pihaknya pun kesulitan dalam melakukan pengawasan.

Menurut Yeni, Taman Wisata Aam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere memiliki luas mencapai 71.956 hektare dan Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere wilayah kerjanya dari Kabupaten Alor, Lembata, Flores Timur dan Sikka.

“Wilayah yang kami awasi sangat luas mencakup empat kabupaten sehingga dengan jumlah staf yang terbatas tentunya kesulitan untuk mengawasi. Kami membangun kerjasama dengan masyarakat agar bisa melakukan pengawasan ekosistem laut terutama di TWAL Teluk maumere,” ucapnya.

Lihat juga...