Ayam Ingkung Bumbu 13 Rempah, Gurihnya Luar Biasa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Hidangan ayam ingkung mungkin sudah biasa, namun ayam ingkung kampung yang dimasak dengan aneka bumbu rempah, nikmat dan gurihnya luar biasa.

Bisnis ayam ingkung nasi hitam ini dilakukan Sardi Susanto, satu minggu sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, karena banyak waktu luang sebagai imbas dari Work From Home  (WFH).

Sardi Susanto tengah memasak ayam ingkung di rumahnya, Sabtu (17/7/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Ayam ingkung ini menggunakan 13 bumbu rempah dan dimasak dua kali, sehingga aroma dan rasa rempahnya sangat terasa,” katanya, Sabtu (17/7/2021).

Sardi Susanto mengaku mendapatkan resep ayam ingkung rempah ini dari neneknya dan ia memang mempunyai hobi memasak juga.

Terkait ayam ingkung rempah ini, Sardi bertutur, awalnya ayam dibersihkan kemudian direbus selama tiga jam bersama 13 bumbu rempah. Bumbu rempah yang digunakan antara lain, ketumbar, kunir, jahe, kemiri, laos, serai dan lain-lain.

“Waktu merebus awal selama tiga jam ini, bisa dilakukan langsung beberapa ayam, namun saat memasak dengan bumbu rempah selanjutnya juga diberi santan, dan harus dimasak satu per satu ayamnya, supaya bumbu lebih meresap serta cita rasa terjaga,” tuturnya.

Menurutnya, koreksi rasa dilakukan saat memasak ayam kedua, sehingga lebih terpantau jika dimasak satu per satu. Untuk memasak yang kedua ini, bumbu rempahnya juga hampir sama dengan saat direbus yang pertama, hanya saja kemudian ditambahkan santan.

“Jadi ayam ingkungnya dimasak dengan santan dan disisakan sedikit kuah. Sebab banyak yang suka kuah ingkung, gurih dan lezat disertai aroma rempah,” kata Sardi.

Harga satu ekor ingkung rempah cukup terjangkau, hanya Rp 135.000 dan diantar sampai ke rumah. Selama PPKM darurat ini, Sardi hanya menerima pesanan saja dan rumah makannya tutup.

Dalam satu hari, ia biasa mendapat pesanan ayam ingkung rempah hingga 15-20 ekor. Namun, untuk pemesanan di luar Kabupaten Banyumas untuk sementara ditolak karena sedang PPKM darurat.

Salah satu pelanggan ayam ingkung rempahnya, Budiyono mengatakan, rasa gurih karena banyaknya bumbu rempah sangat terasa dan merata pada seluruh bagian ayam, meskipun dimasak secara utuh. Ditambah lagi dengan kuah santan yang juga gurih dan segar.

“Ayamnya empuk, sama sekali tidak alot walaupun ayam kampung, itu menandakan memasaknya cukup lama. Dan perpaduan bumbunya juga komplit serta pas, sehingga kelezatannya lengkap,” katanya.

Budiyono mengaku lebih menyukai ayam kampung, karena dagingnya lebih enak, asalkan cara memasaknya tepat.

Lihat juga...