Bangka Barat Belum Menggelar Vaksinasi COVID-19 untuk Anak-Anak

Juru Bicara Satgas Pengendalian COVId-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma - foto Ant
MENTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sampai saat ini belum menggelar vaksinasi COVID-19 anak-anak. Mereka memiliki menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, untuk melakukannya.

“Sampai saat ini, belum kita laksanakan vaksinasi untuk kelompok umur di bawah 18 tahun, kita masih fokus memberikan vaksinasi COVID-19 kepada warga di atas 18 tahun,” kata Juru Bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma, di Mentok, Sabtu (10/7/2021).

Dari sekira 18 ribu warga Bangka Barat, yang selama ini sudah disuntik vaksin COVID-19, merupakan kelompok rentan dan berisiko. Antara lain, kelompok tenaga kesehatan, pelayan publik, TNI-Polri, guru, warga lanjut usia, dan sebagian masyarakat umum. Menurut dia, ketersediaan vaksin yang diterima daerah, belum sesuai dengan tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 tersebut.

Sehingga belum memungkinkan untuk melaksanakan vaksinasi kepada kelompok anak-anak. “Persediaan jumlah vaksin belum stabil, untuk memenuhi target pemberian vaksin COVID-19 kepada 604 orang warga per hari, nanti jika itu sudah tuntas akan kita lakukan ke anak-anak sesuai dengan petunjuk Pemerintah Pusat,” katanya.

Putra menambahkan, beberapa hari lalu Pemkab Bangka Barat melalui Bupati, Sukirman, sudah melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan, terkait permintaan tambahan jumlah alokasi vaksin ke daerah itu. Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Kementerian Kesehatan sehingga jumlah vaksin masih tetap terbatas sesuai dengan alokasi distribusi. “Kita tidak bisa memaksa untuk mendapatkan jumlah lebih, padahal jumlah warga yang ingin divaksin banyak, bahkan setiap menggelar kegiatan vaksinasi massal selalu ada warga yang tidak terbagi,” katanya.

Dengan kondisi demikian, kemungkinan besar vaksinasi COVID-19 untuk kelompok anak-anak juga belum bisa ditentukan, karena saat ini masih fokus kepada warga 18 tahun ke atas. “Kelompok ini memiliki risiko lebih besar, dengan target lebih dari 136 ribu orang, kita selesaikan dahulu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...