Banyak Anak Alami Kekerasan Selama Belajar di Rumah

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Di tengah situasi pandemi, anak-anak dinilai tetap memiliki hak untuk mendapatkan pengetahuan dan pengembangan  minat dan bakat masing-masing. Karena itu, satuan pendidikan atau sekolah harus mampu menerapkan program Sekolah Ramah Anak (SRA), baik dalam pendidikan formal, nonformal, dan informal, agar mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak. 

Hal tersebut diungkapkans Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra. Elvi Hendrani, dalam Webinar “Edukasi Literasi Spasial dan Literasi Ramah Anak untuk Sekolah Dasar”, Selasa  (27/7/2021).

Elvi mengatakan, pembelajaran daring dijalankan selama ini, menurutnya telah memberikan dampak negatif bagi anak-anak karena orang tua tidak mengetahui cara mendampingi anak-anak saat belajar daring. Menurut data dari Kementerian PPA, selama masa pandemi, banyak anak-anak yang mengalami korban kekerasan selama belajar di rumah.

Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra. Elvi Hendrani, dalam Webinar “Edukasi Literasi Spasial dan Literasi Ramah Anak untuk Sekolah Dasar”, Selasa  (27/7/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Angkanya  masih sangat tinggi, karena para orang tua kesal dan tidak tahu mendampingi anak-anak saat belajar. Dalam komponen belajar ramah anak, satuan pendidikan perlu mengawal dan membantu orang tua, bagaimana cara mendampingi anak dalam proses belajar,” katanya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk satgas di sekolah. Selain berfungsi sebagai pihak yang menyusun dan menjalankan standarisasi protokol kesehatan di sekolah, mereka juga dapat difungsikan sebagai pengawal sekaligus pembantu orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran daring.

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Karangkajen, Yogyakarta, Novia Nuryany, mengatakan pengenalan edukasi ramah anak di sekolah dapat dilakukan dengan melakukan pendampingan pengembangnan minat dan bakat peserta didik, dengan cara yang berbeda-beda sesuai karakter masing-masing siswa.

“Praktik edukasi dapat dilakukan, misalnya dengan menggunakan gambar-gambar, mainan, termasuk juga dengan mengajak anak-anak membuat kerajinan tangan,” katanya.

Lihat juga...