Baznas Jakarta Timur Bagikan Bongsang untuk Daging Kurban

Sebanyak 101.000 bongsang untuk wadah daging kurban, yang dibagikan Baznas Baziz Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2021) - foto Ant
JAKARTA – Baznas Baziz Jakarta Timur, mendistribusikan sebanyak 101.000 bongsang atau keranjang dari anyaman bambu, untuk wadah daging kurban bagi masyarakat, saat Idhuladha 1442 Hijriah.

Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur, Eka Nafisa mengatakan, tujuan dari pendistribusian kemasan ramah lingkungan tersebut, untuk menggantikan kantong plastik sebagai wadah daging kurban. “Penyediaan bongsang untuk didistribusikan ke 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur,” kata Eka Nafisa di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Pendistribusian bongsang itu juga merupakan upaya tindak lanjut dari Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.142/2019, tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Selain dibagikan ke seluruh kecamatan, masyarakat juga dapat datang sendiri, untuk mengambil bongsang yang telah disediakan di lobi gedung Blok D Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Eka berharap, pendistribusian bongsang sebagai wadah daging kurban, dapat mengurangi sampah plastik di Jakarta. “Bongsang juga mengingatkan dengan tradisi budaya Betawi, selain ramah lingkungan juga dapat mengurangi sampah plastik di wilayah DKI Jakarta khususnya Jakarta Timur,” ujar Eka Nafisa.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2) Kota Makassar, bersama tim terpadu, siap turun memeriksa kondisi daging kurban sebelum didistribusikan ke masyarakat. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DP2 Kota Makassar, Herliyani mengatakan, tim terpadu akan turun ke setiap kecamatan dan kelurahan untuk memastikan kelayakan daging kurban.

“Jadi fokus pemeriksaan pada bagian organ dalam sapi kurban yang sudah disembelih, seperti hati dan limpa. Kami antisipasi jika ditemukan cacing hati atau (vasciola heatica) yang berbahaya bagi kesehatan,”ujarnya.

Jika pada saat dilakukan pemeriksaan ternyata didapati cacing pada hati atau limpa, maka bagian tersebut diwajibkan untuk dibuang dan tidak dibagikan ke masyarakat penerima kurban. Namun, untuk bagian lainnya, seperti daging dan sebagainya, ditegaskannya, tetap aman dan bisa dibagikan dan dikonsumsi masyarakat.

Tim terpadu tersebut terdiri dari dokter hewan, peneliti dari universitas negeri dan swasta yang berjumlah 150 orang, Mereka akan bekerja selama tiga hari, terhitung setelah pelaksanaan Salat Iduladha 2021. “Pemeriksaan daging kurban akan dilakukan sejak +1 hingga+3 pasca-lebaran,” ujarnya.  (Ant)

Lihat juga...