Begini Cara Budidaya Tanaman Mint Berdasarkan Jenisnya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Peppermint atau daun mint merupakan jenis tanaman yang mempunyai sensasi rasa pedas yang khas dan aroma yang menyegarkan. Karenanya tak jarang, tanaman yang memiliki nama latin Mentha piperita L. ini kerap dijadikan bahan campuran untuk membuat minuman maupun makanan.

Hal ini pula yang kemudian menarik minat salah satu warga jalan Pospat, kelurahan Purwantoro, kecamatan Blimbing, kota Malang, Abdul Rohman Azis, untuk mulai membudidayakan.

Diceritakan Azis, sudah sekitar satu tahun lebih ia mulai membudidayakan tanaman mint. Selain karena mudah dalam perawatannya, tanaman ini ternyata juga memiliki banyak jenis dengan karakternya masing-masing.

“Di Griya Mint ini, ada delapan jenis tanaman mint yang kami budidayakan yaitu jenis Peppermint, Spearmint, Applemint, Mentholmint, Chocolatemint, Berries and creammint, Lemon balm dan Colognemint,” sebutnya saat ditemui di rumahnya, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, untuk memperbanyak tanaman mint bisa dilakukan dengan beberapa cara, tergantung jenisnya. Untuk jenis Peppermint, Spearmint dan Chocolatemint biasanya diperbanyak dengan cara mengambil sulur atau cabang yang memiliki akar untuk kemudian ditanam di polybag.

“Jadi tanaman mint yang sudah memiliki banyak cabang diambil beberapa cabangnya yang sudah berakar untuk ditanam di polybag. Kemudian sebagian cabangnya yang lain dibiarkan agar bisa tumbuh lagi. Sedangkan untuk jenis Applemint, Lemon balm dan Colognemint bisa diperbanyak dengan cara stek batang dengan memilih batang yang besar untuk langsung ditanam,” tandasnya.

Sementara, untuk perawatannya sendiri, disampaikan Azis terbilang cukup mudah,
tapi memang ada beberapa jenis tanaman mint yang suka dengan cahaya matahari penuh dan ada beberapa jenis yang tidak suka dengan mata hari penuh. Pada jenis Applemint, agar pertumbuhannya bisa lebih cepat, tidak diperlukan cahaya matahari penuh. Begitu pula dengan jenis Colognemint dan Berries and creammint yang jika terkena sinar matahari penuh daunnya justru akan menjadi kecoklatan.

Abdul Rohman Azis, menunjukkan salah satu jenis tanaman mint yang dibudidayakan di tempatnya, Senin (26/7/2021). Foto: Agus Nurchaliq

Berbeda dengan jenis Peppermint, Spearmint, Mentholmint dan Chocolatemint yang membutuhkan cahaya matahari penuh. Hanya saja untuk jenis Spearmint, selain suka dengan cahaya matahari penuh, jenis tanaman mint termasuk yang suka dengan air, bahkan bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik.

“Kalau jenis mint yang lain cukup disiram sehari sekali, tetapi untuk jenis Spearmint ini sehari bisa disiram tiga kali,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Azis, tanaman mint sendiri sebenarnya suka dengan tempat yang sejuk. Jadi meskipun cuacanya panas tapi kalau anginnya besar, tanaman mint bisa tetap tumbuh. Selain itu, agar tanaman mint bisa tumbuh dengan baik, Azis biasa memberikan air cucian beras.

Sementara itu, Ahmad, salah satu siswa yang tengah melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Griya Mint, mengatakan, hama yang kerap menyerang tanaman mint adalah ulat hijau.

“Kemudian biasanya kalau musim hujan ada penyakit yang menyebabkan daunnya menguning atau bintik-bintik. Kalau sudah begitu, tanaman biasanya langsung dipanaskan di bawah sinar matahari dan kemudian daun yang busuk harus langsung dibuang,” pungkasnya.

Lihat juga...