Begini Cara Pedagang Bunga di Jember Agar Tetap Untung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Usaha penjualan bunga di Jember masih mampu menghasilkan untung di tengah pandemi Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan dengan memberikan bonus tambahan bagi pembeli.

Ani, pemilik usaha toko bunga mengatakan, cara menarik pelanggan untuk datang kembali ke tempat usaha dengan melebihi tangkai bunga, maupun bahan lain yang digunakan dalam pembuatan parsel bunga.

“Satu parsel bunga yang sudah terbungkus, pada saat ada yang membeli, saya tambahkan satu tangkai bunga lagi untuk saat ini,” ujar Ani kepada Cendana News, di Jemberlor, Patrang, Jember, Selasa (6/7/21).

Alternatif yang dilakukan cukup efektif (menguntungkan). Hal tersebut, Ani menyebutkan bahwa pelanggan akan mudah mengingat tempatnya.

“Selama masa pandemi, sempat mengalami penurunan omzet. Karena pelanggan sudah mulai berkurang. Suatu ketika, saat ada pembeli yang datang sengaja saya beri dia bonus tambahan bunga. Ternyata hasilnya cukup efektif menarik perhatian pembeli datang lagi kesini,” ucapnya.

Sebelumnya, Ani mengaku omzet yang didapatkan turun lebih dari 50 persen. Lambat laun, mulai mengalami peningkatan.

“Keadaan yang seperti ini memang sulit untuk memulihkan keadaan, omzet yang biasa didapatkan, tidak bisa kembali normal hingga 100 persen. Setidaknya sampai saat ini sudah naik, kira-kira 80 persen yang didapatkan setiap hari,” ungkapnya.

Ani mengatakan, dalam keadaan normal sebelum masa pandemi, setiap harinya ia bisa mendapat Rp8.000.000 . Karena selain menjual bunga dalam bentuk parsel, dirinya juga menjual karangan bunga.

“Setidaknya, dalam situasi seperti sekarang, omzet setiap harinya bisa sampai Rp6.000.000, di awal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyatakat (PPKM), tidak ada dampak terhadap usaha penjual bunga ini. Perubahan yang terjadi, yakni biasanya pelanggan datang kesini langsung, namun sekarang lebih banyak pesan melalui telepon dan transfer untuk pembayarannya,” jelasnya.

Ani menambahkan, dirinya mengaku beberapa hari sebelumnya mendapat pesanan karangan bunga dari pelanggannya untuk perayaan hari ulang tahun, di salah satu lembaga pemerintahan di Jember. Omzet yang didapatkan sangat tinggi.

“Beberapa pelanggan menelfon saya beberapa hari sebelumnya. Tujuannya pesan karangan bunga untuk hari ulang tahun Bhayangkara. Kira-kira waktu itu total Rp30.000.000 uang pesanan yang masuk ATM saya,” tandasnya.

Riris, salah satu mahasiswi Universitas Jember, mengatakan, dirinya mengaku cukup sering membeli rangkaian bunga di toko tersebut. Biasanya untuk keperluan tugas kampus, dan juga parsel hadiah untuk teman kuliahnya yang baru menyelesaikan tugas akhir.

“Dari harganya sendiri beragam, ada yang seharga Rp35.000, juga ada yang Rp100.000. Sebenarnya harga yang didapat sesuai permintaan kita sendiri, mau yang ukuran parselnya besar, atau sedang bahkan yang ukuran kecil juga ada,” ucapnya.

Riria menambahkan, sesaat dirinya membeli bunga, mengaku mendapat bonus dari bunga yang dibelinya. Bonus tambahan yang ia peroleh, yakni bahan kain yang dibuat parsel.

“Karena saya tadi beli bunganya terpisah, dan beli beberapa bahan kain sebagai bungkus parsel yang saya buat sendiri. Ternyata masih mendapat tambahan bahan kainnya,” ungkapnya.

Lihat juga...