Biden: Mengirim Tentara AS ke Haiti tidak Ada Dalam Agenda Saat ini

PORT-AU-PRINCE — Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis tampaknya akan mengesampingkan kemungkinan mengirim pasukan AS ke Haiti untuk mengendalikan situasi di negara itu, menyusul terbunuhnya Presiden Jovenel Moise.

Perdana Menteri Sementara Haiti Claude Joseph telah meminta bantuan pasukan dari AS dan PBB untuk membantu mengamankan bandara dan instruktur lainnya.

Biden mengatakan AS sedang mengirimkan Marinir untuk menjaga Kedubes AS di ibu kota Haiti Port-au-Prince guna memastikan “tak ada sesuatu yang rusak” dan semuanya aman.

“Namun gagasan mengirim tentara AS ke Haiti tidak ada dalam agenda saat ini,” kata Biden dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Namun, AS tetap membantu menyelidiki kasus pembunuhan Moise. Sejumlah besar bekas tentara Kolombia kini menjadi tersangka dalam kasus itu.

Presiden Kolombia Ivan Duque pada Kamis mengatakan banyak mantan tentara Kolombia yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Moise berada di Haiti bekerja sebagai pengawal pribadi, namun beberapa dari mereka mengetahui adanya rencana untuk melakukan kejahatan.

Pemerintah Haiti telah menyatakan bahwa Moise ditembak mati di kediamannya pada 7 Juli oleh sekelompok pembunuh bayaran, termasuk 26 warga asing asal Kolombia dan dua warga lokal keturunan Haiti-Amerika.

Sebanyak 18 orang Kolombia telah ditangkap dan tiga lainnya tewas di tangan polisi.

“Ada sekelompok besar orang yang sebetulnya melakukan misi pengamanan, namun di dalam kelompok itu ada kelompok lebih kecil yang tampaknya mengetahui secara rinci tentang adanya operasi kejahatan,” kata Presiden Kolombia dalam siaran radio La FM.

“Apakah itu jadi alasan (mengampuni) anggota kelompok yang lain? Sayangnya tidak, karena mereka juga terlibat dalam situasi itu.”

“Sejumlah kecil” tersangka yang ditahan pernah dilatih tentara AS saat masih bertugas di militer Kolombia, kata juru bicara Pentagon Letkol Ken Hoffman, Kamis. Dia tidak merinci perkataannya lebih jauh.

Kolombia, mitra terkuat militer AS di Amerika Latin, menerima miliaran dolar dalam bentuk bantuan keamanan dan pelatihan untuk menghadapi gerilyawan Marxist yang dibiayai aksi penyelundupan narkotika, pemerasan, dan penculikan

Tuduhan kepada mereka yang membunuh Moise dapat diajukan di Amerika Serikat, kata pejabat pemerintah AS pada Kamis.

Pembunuhan Moise telah menjerumuskan negara yang sudah menderita itu ke dalam kekacauan, di tengah meningkatnya aksi kelompok kriminal yang membuat ribuan orang mengungsi dan mengganggu aktivitas ekonomi di negara termiskin di benua Amerika itu.

New York Times melaporkan pada Kamis bahwa kepala keamanan istana presiden Haiti, Dimitri Herard, telah ditangkap dan diinterogasi kenapa serangan itu tidak mendapatkan perlawanan lebih dari pasukan penjaga kediaman presiden. [Ant]

Lihat juga...