Bir Pletok, Minuman Khas Betawi yang Kaya Khasiat 

Editor: Maha Deva

JAKARTA – Warnanya coklat kemerahan, rasanya juga pedas dan beraroma rempah, Namun, saat diminum mampu menghangatkan tubuh. Itulah kesan yang muncul ketika memimun Bir Pletok, minuman tradisional khas Betawi.
Meski pun memakai kata bir, namun minuman tersebut tidak mengandung alkohol. Semua bahan dasarn untuk membuatnya berasal dari ramuan rempah-rempah seperti, jahe, sirih, kayu manis, kapulaga, kapol India, dan kayu secang . “Jahe dan sirih digebrak, sedangkan rempah lainnya- kan kering. Jadi nggak digebrak. Semua bahan direbus dalam panci berisi air putih masak sampai air mendidih,” ujar Rohimah, pedagang Bir Pletok, kepada Cendana News di tempat mangkalnya, Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2021) sore.
Proses membuat Bir Pletok,  diawali dengan memasak bumbu rempah dengan air. Proses memasak mulai dari dingin hingga matang, atau sampai meresep rempah-rempahnya, membutuhkan waktu sekira tiga jam.  “Kalau sudah matang, jangan disaring, biarkan rempahnya mengumpal di dalam panci. Nah, kalau ada yang beli disaring di atas gelasnya langsung,” ujarnya.

Bir pletok buatan Rohimah yang dijual di Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2021) sore. Minuman khas Betawi ini diyakini berkhasiat untuk kesehatan tubuh – Foto: Sri Sugiarti.
Diminum saat hangat, bir pletok ini terasa pedas. Minuman khas Betawi tersebut pada dasarnya adalah jamu, yang berkhasiat dan sangat bagus untuk kesehatan tubuh. “Khasiat bir pletok ini untuk ningkatin imun tubuh. Kayu secang kan bisa obatin radang. Orang yang batuk, alhamdulillah mereda batuknya setelah minum bir pletok ini,” ujar perempuan kelahiran Jakarta 42 tahun lalu tersebut.
Khasiat lainnya adalahm menghangatkan badan, mengatasi nyeri lambung, mengatasi pegal linu, menyembuhkan panas dalam, melancarkan peredaran darah dan lainnya. Sehingga tidak heran, di tengah pandemi COVID-19,  Bir Pletok banyak diburu masyarakat karena diyakini dapat menangkal virus corona. “Sejak COVID-19 melanda, banyak yang beli bir pletok, dari semua usia, untuk tingkatkan stamina tubuh dan juga diyakini bisa tangkal virus ini,” tukas Rohimah.
Dalam sehari, hingga 30 liter bir pletok terjual dengan beragam rasa. Bir pletok susu seporsinya dijual Rp8.000, bir pletok gula aren Rp8.000, dan bir pletok gula aren susu, dibandrol seharga Rp9.000. Sedangkan bir pletok gula pasir, dijual Rp7.000 dan bir pletok tawar Rp6,000.  “Aslinya itu kalau bir pletok disajikan pakai gula pasir. Tapi tergantung selera, makanya banyak rasa divariasikan. Alhamdulillah laris, saya biasanya bikin 15 liter sehari,  tapi sejak COVID-19 penjualan meningkat. Jadi bikin 30 liter, ludes diburu tiap harinya,” ujarnya.
Rohimah berjualan bir pletok di Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur sudah berjalan lima tahun. Jam buka dari pukul 16.30 WIB dan biasanya tutup 22.00 WIB. “Tapi nggak nentu ya, kadang jam delapan sudah habis,” imbuhnya.
Andri (38)m salah satu penyuka bir pletok menyebut, khasiat minuman khas  Betawi tersebut sangat bagus untuk kesehatan tubuh.  “Khasiat yang sangat terasa, bisa tingkatkan stamina tubuh. Apalagi di masa merebak wabah corona, kita harus jaga imun. Nah, bir pletok ini cocok, saya seminggu tiga kali beli di sini,” ujar Andri, kepada Cendana News.
Lihat juga...