Bisnis Salad Buah di Jember tak Terdampak Pandemi

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Pandemi Covid-19 dan pembatasan aktivitas membuat sejumlah pelaku usaha di banyak daerah kelimpungan. Namun, berbeda dengan usaha salad buah alvi milik warga Jember, Jawa Timur ini, yang justru mengalami peningkatan penjualan.

Yunita Ariwardana, warga Pajajaran, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, pemilik usaha salad buah alvi tersebut, mengatakan selama masa pandemi Covid-19, usaha salad buah yang ditekuninya justru tidak pernah sepi pembeli.

Yunita mengaku, selama pandemi ini omzet pendapatannya justru meningkat. “Pandemi ini tidak begitu berdampak pada usaha saya. Hanya saja satu minggu pertama awal mula Covid-19 agak sepi pembeli,” ujar Yunita Ariwardana, saat ditemui di Kebonsari, Sumbersari, Jember, Selasa (27/7/2021).

Yunita menambahkan, usaha yang ditekuninya sejak 3 tahun lalu, mampu memberikan keuntungan tersendiri. Dari hasil usahanya, kini dirinya sudah memiliki tiga tempat untuk menjual salad buah. Di antaranya terdapat di Jalan Kalimantan, Pajajaran dan Jalan Karimata, Jember.

Yunita Ariwardana, saat ditemui di Kebonsari, Sumbersari, Jember, Selasa (27/7/2021). -Foto: Iwan Feriyanto

“Baru beberapa bulan lalu tahun 2021 ini, saya baru saja buka cabang ke tiga stan penjualan salad buah di Jalan Karimata,” terangnya.

Varian rasa buah yang ditawarkan beraneka ragam. Hal itu menurut Yunita untuk memberikan daya tarik tersendiri bagi pembeli yang datang. Sehingga dalam satu porsi salad buah, terdapat macam-macam buah di dalamnya.

“Harga salad buah bermacam-macam. Kita jual dari harga Rp10.000 sampai Rp400.00 per porsi,” ucapnya.

Yunita mengaku dalam sehari keuntungan yang bisa mencapai Rp10 sampai Rp13 juta rupiah, dari dua tempat miliknya berjualan.

Menjadi pengusaha sukses selama masa pandemi Covid-19, Yunita mengaku fokus dalam target pemasaran secara rutin dan terus-menerus.

“Dulu sebelum pandemi saya buka tempat jualan. Baik di Alun-alun Jember maupun di tempat lainnya. Selain itu juga intens pemasaran melalui meida sosial,” terangnya.

Terpisah, Vivi, karyawan di salah satu resto salad buah, mengatakan setiap hari pembeli yang datang masih tetap ramai. Baik dari pembeli yang pesan via online maupun yang datang langsung ke tempat.

“Pembelian via online dan juga yang datang langsung ke sini ramai. Walaupun kami buka dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam, pembeli setiap harinya masih banyak,” ucapnya.

Lihat juga...