BRIN Wadah Transisi SDM Unggul

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Perkembangan Indonesia tak akan bisa diwujudkan tanpa adanya SDM yang unggul. Dan, inilah sejatinya fungsi BRIN dalam hubungannya dengan lembaga pendidikan tinggi, yaitu sebagai wadah transisi SDM unggul.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyampaikan lembaga yang dipimpinya akan menciptakan SDM unggul melalui relasi riset.

“BRIN akan dibentuk sebagai lembaga untuk menerima periset dengan kualifikasi S3, baik dari dalam dan luar negeri. Setelah 10-15 tahun, akan kami kembalikan ke kampus agar bisa menjadi pembimbing yang sudah matang bagi para mahasiswa didiknya,” kata Handoko, dalam rangkaian acara perayaan 100+1 ITB, Kamis (1/7/2021).

Hal ini dilakukan , agar kampus bisa menerima SDM yang sudah berpengalaman dan berkompeten di bidangnya.

“Periset yang sudah jadi inilah yang akan menguatkan fungsi kampus sebagai tempat lahirnya riset, walaupun kampus tersebut tidak memiliki infrastruktur maupun jejaring. Karena para periset ini sudah memiliki jaringannya dan tahu harus menggunakan infrastruktur di mana,” katanya.

Ia menjelaskan, riset yang dilakukan di BRIN akan menggunakan dana abadi pendidikan, dana abadi riset dan dana BRIN.

“Yang membedakannya dengan riset yang dilakukan di tingkat kampus adalah riset yang menggunakan dana 20 persen alokasi dana pendidikan. Dan, ini sudah selesai dimigrasikan ke Mas Nadiem di bulan Mei lalu,” ucapnya.

Mulai 2022, BRIN akan mengeluarkan hibah kompetitif untuk riset kolaboratif, yang dilakukan oleh periset kampus dengan bekerja sama dengan periset BRIN.

“Akan dikeluarkan juga hibah kompetitif untuk riset inovatif, jika riset dilakukan periset kampus bersama dengan periset BRIN dan mitra industri,” ucapnya lagi.

Handoko juga menyebutkan, bahwa para periset akan menggunakan NIDK untuk mendukung kampus, hingga 6 SKS. Sehingga kolaborasi personal dengan kampus tetap terjalin.

“BRIN juga mendorong pengembangan kapasitas generasi muda SDM Iptek melalui aktivitas riset dan skema mobilitas SDM di BRIN,” tuturnya.

Ia juga menyatakan akan disediakan layanan asistensi riset bagi mahasiswa yang bagus, dan akan disediakan riset program untuk S2 dan S3.

“Sebagai bahan pengganti big data, yang saat ini belum banyak di Indonesia, kita bisa memanfaatkan kekayaan dan keragaman biodiversitas Indonesia. Ini sudah ada, tapi belum dieksplore secara optimal,” pungkasnya.

Lihat juga...