Budi Daya Ikan Koi di Teras Rumah, Mudah dan Praktis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Memanfaatkan lahan sempit di teras rumah menjadi pilihan Asep Priyatna untuk budi daya ikan koi dengan menyulapnya jadi kolam, sebagai ungkapan ketertarikannya pada ikan hias ini.

Menurutnya, pemanfaatan teras rumah sebagai tempat budi daya ikan koi dengan membuat kolam khusus berbahan batu bata, sangat praktis dan perawatannya juga mudah.

“Cara budi daya ikan koi sangat mudah, bisa ditempatkan pada kolam semen, kolam terpal dan lahan persawahan,” ujar Asep, kepada Cendana News ditemui di rumahnya di Jalan Krida Mandala, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Senin (12/7/2021).

Meskipun perawatannya mudah, namun kata dia, budi daya ikan koi ini perlu perhatian ekstra dan ketelitian serta kesabaran. Yakni rutin memberi pakan sehari tiga hari, dan membersihkan kolam minimal seminggu sekali.

Mengingat ikan koi hidupnya di air tawar, maka dalam membersihkan kolamnya, Asep selalu mengendapkan airnya terlebih dulu selama dua hari. Selanjutnya, air tersebut dimasukkan ke dalam kolam tersebut.

“Kalau langsung diisi air PAM, bau kaporitnya bisa bikin ikan koi mabok,” ujarnya.

Kolamnya juga harus disterilkan dengan ditaburi garam ikan. “Jadi, pas air PAM dimasukkan ke kolam, lalu beri garam ikan untuk menurunkan kadar kaporitnya, air jadi lebih steril,” imbuh ayah dua anak ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, ikan koi ini merupakan jenis ikan yang mudah terserang penyakit. Jenis penyakitnya, yaitu dropsi aeromonas, dan jamur insang. Adapun tanda ikan terserang penyakit yakni, ikannya akan menyendiri, dan terlihat kulitnya agak kemerahan mengurat. Terkadang juga ada ikan koi yang sehat tapi tiba-tiba mati, itu biasanya kena jamur yang masuk ke dalam tubuhnya.

Menurutnya, penyakit yang sering menyerang ikan koi ini, yaitu aeromonas yang berdampak menyebabkan kematian. Jika sudah ada ikan koi yang terserang penyakit, harus segera dikarantina agar tidak menular pada ikan lainnya.

Untuk mengurangi risiko terserang penyakit, maka pengendaliannya dengan menjaga kualitas air agar tetap bersih dan steril dari kutu air serta amoniak yang membahayakan pertumbuhan ikan koi.

“Jadi perlu diperhatikan dalam budi daya ikan koi adalah menjaga kualitas air dengan dikasih garam ikan agar air tetap bersih dan steril. Kalau kualitas airnya sehat, pasti ikannya juga sehat, pertumbuhannya bagus,” tukas pria kelahiran Jakarta 45 tahun ini.

Selain itu, untuk menjaga kualitas air harus menggunakan filter untuk menurunkan pH airnya. Terpenting lagi pemberian pakan juga harus terpenuhi setiap harinya, agar pertumbuhan ikan koi sehat dan cepat besar.

Budidaya ikan koi menurutnya, dari awal pembesaran kalau tempatnya normal dan sirkulasinya bagus. Maka hanya memerlukan sekitar delapan bulan pertumbuhannya sudah besar hingga mencapai 20 sentimeter, sehingga layak untuk dijual.

“Ya kalau ada yang beli, saya jual. Tapi sebetulnya hanya untuk budi daya karena saya hobi dan suka ikan koi ini,” ujar Asep.

Asep mengaku budi daya ikan koi ini sejak pandemi Covid-19 melanda. Untuk mengisi waktu luang dalam kegiatan kerjanya yang terbagi yakni work from home (WFH) dan work from office (WFO).

Dia pun menekuni budidaya ikan koi ini dengan membuat kolam di teras rumahnya.” Masa pandemi ini kerja ada di rumah dilakukannya. Jadi ya di sela-sela itu biar nyaman pelihara ikan koi saja. Kalau ada yang beli, ya saya jual nilai ekonomisnya lumayan,” ujar karyawan swasta ini.

Untuk pemasaran ikan koi dipasaran menurutnya masih bagus. Untuk ukuran 20 sentimeter dihargai di atas Rp 100 ribu perekornya.

Lihat juga...