Budidaya Lele Jadi Prioritas Pengembangan Usaha DCML Cilongok

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Budidaya lele menjadi salah satu fokus usaha yang akan dikembangkan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, dalam waktu dekat ini. Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, selaku pihak pengelola mengaku memilih budidaya lele karena potensinya yang cukup menjanjikan. 

Manajer Usaha Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Riyan Hidayat, menyebut usaha budidaya lele memiliki potensi besar untuk dikembangkan, karena memiliki pasar yang sangat luas. Dari uji coba selama 2 tahun terakhir, pihaknya menyebut telah mampu membudidayakan lele baik untuk pemijahan, pembibitan, maupun pembesaran.

Manajer Usaha Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Riyan Hidayat. -Foto: Jatmika H. Kusmargana

Memanfaatkan 80 kolam beton permanen serta 20 kolam terpal di lahan percontohan total seluas 1,7 hektare, pihaknya mengaku telah melakukan uji coba budidaya dua jenis lele yakni jenis Sangkuriang serta Mutiara. Dari uji coba tersebut pihaknya telah berhasil memproduksi ribuan lele per bulan baik untuk kelas bibit, maupun konsumsi.

“Kita sebenarnya memiliki kolam dengan kapasitas produksi mencapai 1 ton per minggu. Namun karena keterbatasan modal kita belum mampu memaksimalkannya. Sehingga saat ini kita lebih fokus untuk pembenihan,” ungkapnya.

Saat ini Riyan menyebut pihaknya telah rutin memproduksi berbagai jenis ukuran benih lele dengan memanfaatkan 5 paket indukan berisi masing-masing 15 ekor. Satu ekor indukan sendiri rata-rata mampu menghasilkan sekitar 20-30ribu ekor bibit. Atau total mencapai 120ribu bibit sekali pijah.

“Untuk harga bibit bervariasi. Tergantung ukuran mulai dari Rp150-400 per ekor. Kalau dirata-rata omzet pembenihan saat ini mencapai Rp10juta per bulan. Sedangkan untuk konsumsi omset kita sekitar Rp20 juta per bulan,” katanya.

“Kita fokus ke pembenihan karena lebih menguntungkan. Margin keuntungan jauh lebih besar dibandingkan konsumsi. Selain itu proses produksinya juga lebih cepat. Jika konsumsi satu siklusnya mencapai 3-4 bulan, maka pembenihan hanya butuh waktu sekitar 1,5-2,5 bulan saja,” pungkasnya.

Dengan menggandeng pembudidaya lokal memakai sistem bagi hasil, unit usaha koperasi berupa budidaya lele ini tidak saja diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menambah pendapatan keluarga. Namun juga mampu menginspirasi sekaligus mendorong warga untuk memulai usaha budidaya lele guna mendongkrak perekonomian warga desa.

Lihat juga...