Bupati Sikka: Nakes Harus Didukung Penuh dalam Bekerja

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Di tengah permasalahan yang tengah dihadapi tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait pernyataan kontroversi anggota DPRD Sikka, Bupati Sikka meminta agar Nakes harus serius didukung.

“Melihat fenomena yang terjadi dengan meningkatnya kasus Covid-19, kita harus memberikan dukungan yang serius kepada segenap Nakes,” pinta Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui di RS TC Hillers Maumere, Rabu (14/7/2021).

Robi sapaannya meminta para Nakes agar bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sebab tugas negara melindungi segenap warga Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat ditemui di RS TC Hillers Maumere, Rabu (14/7/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Mantan Camat Nelle ini menyebutkan, dirinya selalu memberikan semangat kepada para Nakes dalam bekerja. Selain itu kata dia, pemerintah melihat kekurangan yang ada di setiap tingkat pelayanan dan akan meresponsnya sesegera mungkin apa yang dibutuhkan harus dipenuhi.

“Hingga hari ini sudah 39 orang telah meninggal dunia akibat Covid-19. Kapasitas Rumah Sakit TC Hillers sudah penuh dan kasusnya meningkat terus,” ungkapnya.

Robi mengatakan, hingga hari ini, Rabu (14/7), kasus positif Covid-19 sudah mendekati 1.000 orang dan grafiknya meningkat sehingga dilakukan upaya untuk mencegahnya dari tingkat desa atau kelurahan.

Secara keseluruhan Nakes ada 117 orang yang tertular Covid-19 dan 90 orang sedang menjalani karantina mandiri.

Sementara itu, Plh. Direktur RS RC Hillers Maumere, Avelinus Marianus mengatakan total tempat tidur di RS TC Hillers ada 202 dan untuk pasien Covid-19 disiapkan 41 tempat tidur.

Avelinus merinci, di ruang isolasi ada 15 tempat tidur dan sudah ditempati 13, paviliun ada 16 dan sudah ditempati 15. Sementara di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 ada 10 tempat tidur dan ada 17 pasien sehingga ada penambahan tempat tidur dan IGD dijadikan ruang rawat inap pasien Covid-19.

“Hari ini ada 2 pasien Covid-19 meninggal di mana satu pasien di IGD dan satu lainnya di ruang isolasi,” ucapnya.

Avlinus memaparkan, total perawat dan bidan sebanyak 227 orang dan ada 16 relawan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka yang bertugas di Isolasi Covid-19 dan di IGD Covid-19, masing-masing 8 orang.

Lanjutnya, Nakes yang merawat pasien Covid-19 di ruang isolasi ada perawat 12, bidan 5, cleaning service 2, billing 1 dan administrasi 1 orang. Di ruang paviliun ada 21 perawat, cleaning service 2 dan billing 1 orang serta di IGD Covid-19 ada perawat 12 orang, 10 bidan serta cleaning service 2 orang.

“Nakes yang terkonfirmasi positif ada 58 orang, dan 11 sudah sembuh sementara 47 masih menjalani isolasi mandiri. Di manajemen ada 12 orang positif dan masih tersisa 6 orang yang menjalani isolasi mandiri,” pungkasnya.

Lihat juga...