Cangkok Air, Solusi Perbanyakan Bibit Tanaman Buah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Solusi perbanyakan bibit tanaman pertanian dilakukan dengan teknik generatif dan vegetatif. Penerapan perbanyakan bibit tanaman dilakukan pecinta tanaman buah, Amroy, pada jenis buah madu deli, mangga dan jenis tanaman lain.

Teknik normal perbanyakan bibit sebutnya memakai biji. Perbanyakan bibit dengan cangkok air lebih cepat dilakukan dengan media botol.

Perbanyakan bibit tanaman buah jambu madu deli dan berbagai buah yang ditanam dalam pot milik Amroy di Kelurahan Kedamaian, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin (12/7/2021) – Foto: Henk Widi

Amroy yang juga memiliki usaha penjualan bibit, media tanam itu mengaku teknik cangkok air mudah diaplikasikan. Warga Kelurahan Kedamaian, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung itu mengaku semula belajar dari Youtube.

Memakai bahan bekas botol minuman kemasan, kantong plastik mencoba mencangkok air pada tanaman jambu madu deli hijau, merah. Selanjutnya diterakan pada tanaman mangga, durian.

Sebelumnya Amroy telah menerapkan teknik cangkok tanah. Sistem cangkok air sebutnya mudah ditiru bahkan oleh pemula yang menyukai tanaman.

Bahan yang digunakan berupa tali, pisau pemotong, gunting, botol bekas air minum, pupuk perangsang akar. Pilih cabang tanaman dari indukan sehat dan produktif yang akan dicangkok air. Cabang dari indukan yang memiliki buah lebat bisa jadi alternatif.

“Salah satu sifat perbanyakan bibit secara vegetatif akan memiliki sifat sama dengan indukan sehingga tidak mengubah rasa buah, ketahanan tanaman sehingga banyak dipilih. Salah satunya teknik cangkok air yang mudah dilakukan, serta hasil pencangkokan bisa diamati saat tahap pertumbuhan akar,” terang Amroy saat ditemui Cendana News, Senin (12/7/2021).

Amroy bilang cabang dari batang yang dipilih terlebih dahulu diperhitungkan ketebalannya. Tahap pertama cabang dibelah menjadi dua bagian pada sisi bawah sementara sisi cabang atas dibiarkan menyatu dengan cabang utama.

Pembelahan memperhitungkan kekuatan cabang sehingga bisa menahan media cangkok air. Setelah dibelah media cangkok air dari botol disiapkan.

Setelah botol disiapkan sebut Amroy, cabang yang dibelah langsung dimasukkan dalam mulut botol. Ikat botol dengan tali ke batang utama atau beri tumpuan pada bagian bawah.

Selanjutnya isi botol dengan air yang telah diisi dengan zat perangsang tumbuh akar. Paling sederhana gunakan irisan bawang merah yang efektif dalam mempercepat pertumbuhan akar.

“Diamkan selama kurang lebih dua bulan akar akan muncul pada bagian cabang yang dibelah, kerap berwarna putih pada tahap awal,” ulasnya.

Perkembangan akar akan terlihat sebut Amroy karena botol transparan. Setiap pekan akar akan bertambah dan jenis akar yang tua akan terlihat berwarna kuning gelap.

Setelah akar bertambah banyak dalam waktu sebulan botol secara bertahap diberi taburan tanah. Penambahan nutrisi berupa pupuk cair tetap dilakukan. Media tanah bisa diperbanyak untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Pemisahan bibit hasil cangkok air sebut Amroy bisa dilalukan setelah tiga bulan. Tanda bibit bisa dipindah dengan adanya tunas baru pada tanaman dan akar bertambah banyak, berwarna coklat.

Media tanam polybag untuk pemindahan harus diberi nutrisi yang sama pada cangkok air. Setelah siap potong cabang dengan indukan dan siap dipindahkan pada polybag agar tumbuh subur.

“Sekali proses cangkok air bisa dilakukan pada banyak cabang sehingga bisa diperoleh bibit bervariasi,” ulasnya.

Bibit tanaman buah pada polybag ungkap Amroy bisa dipindah pada pot. Penanaman buah dalam pot (tabulampot) sebutnya jadi solusi pehobi pertanian lahan sempit.

Ia bisa menjadikan tanaman madu deli sebagai pengisi halaman. Sebagian dijual dengan harga mulai Rp50.000 hingga Rp1 juta pada tanaman yang telah berbuah. Tanaman buah dalam pot jadi tren saat pandemi Covid-19 menjadi pengisi waktu luang yang produktif.

Perbanyakan bibit tanaman buah, bunga teknik cangkok air juga dilakukan Emi. Pemilik usaha penjualan bunga di Jalan Gatot Subroto, Teluk Betung Utara itu menyebut tanaman beringin korea, jambu air cocok dikembangkan dengan cangkok air.

Penyedia berbagai jenis tanaman bunga dan buah, Emi (kanan) di Jalan Gatot Subroto, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung menyediakan tanaman dengan sistem cangkok air dan teknik perbanyakan tanaman, Senin (12/7/2021) – Foto: Henk Widi

Penerapan cangkok air dilakukan oleh sang suami untuk memperbanyak tanaman buah dan bunga.

Penggunaan teknik cangkok air sebutnya memaksimalkan botol bekas. Botol air mineral yang kerap dibuang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam.

Meski demikian ia menyebut cangkok tanah, stek batang tetap digunakan. Penerapan cangkok air sebutnya mudah dilakukan sehingga tepat untuk pehobi tanaman dan petani yang akan memperbanyak bibit.

Lihat juga...