Cara Mudah Budidaya Stroberi dalam Pot

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Siapa bilang budidaya stroberi itu sulit? Buktinya, tanaman asal Amerika Latin ini bisa ditanam dimana saja, termasuk di pekarangan rumah dengan menggunakan pot atau polybag.

“Stroberi termasuk salah satu buah yang digemari, memiliki rasa manis kecut, buah ini paling enak dibuat olahan minuman, campuran kue hingga disantap langsung. Warnanya yang merah merona, juga menjadi daya tarik,” papar petani buah, Sigit Purnama saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Senin (19/7/2021).

Tidak hanya itu, tanaman ini juga relatif mudah dibudidayakan. Umumnya stroberi, miliki syarat tumbuh di wilayah yang curah hujan rendah, dengan penyinaran matahari 8-10 jam, dengan temperatur sekitar 17-28 derajat celcius.

“Meski demikian, di wilayah Kota Semarang, dengan cuaca yang cukup terik, stroberi juga bisa tumbuh. Caranya, pilih bibit stroberi yang tahan panas matahari. Contohnya, jenis California,” terangnya.

Diterangkan jenis California termasuk tanaman yang cepat berbuah, serta tahan serangan hama penyakit, sehingga memudahkan dalam perawatannya tanpa perlu perlakuan khusus.

“Perawatannya hanya perlu disiram dua kali sehari, agar tetap lembab. Selebihnya, seperti tanaman yang lain, dilakukan pemupukan atau pun penyiangan jika ada gulma seperti rumput liar yang tumbuh pada media tanam,” terangnya.

Petani buah, Sigit Purnama saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Senin (19/7/2021). -Foto Arixc Ardana

Sigit menjelaskan, stroberi bisa ditanam dalam polybag atau pot. Syaratnya, ukuran pot atau polybag ini harus cukup besar, karena akar stroberi berupa serabut hingga membutuhkan ruang yang cukup.

“Jika ingin menanam dalam polybag, siapkan ukuran polybag yang berdiameter minimal 20 centimeter. Siapkan media tanam yang bersifat porous, atau air langsung mengalir, sehingga mencegah pembusukkan pada akar,” lanjutnya.

Media yang digunakan berupa campuran media tanah, kompos  atau pupuk kandang kering, bisa berupa kotoran kambing yang sudah difermentasi, serta sekam kering, dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Dipaparkan, tanaman stroberi umumnya menyukai habitat yang lembab, namun tidak basah tergenang, sehingga penyiraman secara teratur serta penggunaan media tanam yang porous menjadi keharusan.

“Pemupukan dapat menggunakan pupuk NPK daun. Ini dilakukan pada awal tanaman tumbuh, sedangkan saat tanaman sudah mulai berbunga atau tumbuh besar, bisa digunakan NPK buah ,” terangnya lebih jauh.

Secara lebih jauh dipaparkan, jika stroberi termasuk jenis tanaman yang rajin berbuah. Umumnya, periode pembungaan dan pembuahan akan berlangsung selama 2 tahun tanpa henti jika tidak terjadi masalah.

“Stroberi sudah mulai berbunga ketika umur dua bulan setelah tanam, namun umumnya mengalami kerontokkan dulu, baru setelah berumur empat bulan, bakal buah sudah muncul. Umumnya akan terus berbuah secara teratur hingga usia dua tahun,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan penggiat pertanian dari Komunitas Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Kemal Abdul Aziz.

“Metode urban farming, memang bisa diterapkan dalam budidaya stroberi. Ini bisa menggunakan pot atau polybag, sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini dapat di halaman atau teras rumah,” terangnya.

Di satu sisi, meski tanaman stroberi membutuhkan banyak sinar matahari, namun dirinya menyarankan penggunaan paranet untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung,.

“Kota Semarang termasuk terik, sehingga penggunaan paranet juga diperlukan agar tanaman bisa tumbuh optimal. Daun tidak terbakar atau kering, karena terpapar sinar matahari yang terlalu terik,” tambahnya.

Ditambahkan, untuk menjaga agar stroberi bisa terus berbuah, juga perlu dilakukan pemangkasan, pada daun atau stolon.

“Pemangkasan daun dilakukan jika daun terlalu rimbun atau daun terserang penyakit. Sementara, untuk stolon bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman,” ungkapnya.

Selain itu, media tanam juga perlu diganti jika sudah terlihat memadat, tanaman tidak mau berbunga atau sudah ada banyak akar yang keluar dari pot atau polybag.

“Dengan beragam cara ini, budidaya stroberi bisa dilakukan menggunakan pot atau polybag, sekaligus bisa berbuah secara optimal,” pungkasnya.

Lihat juga...